Anak Pelengkap Derita Orangtua

Anak Pelengkap Derita Orangtua

Banyak orangtua mengeluhkan anaknya tidak bisa ditinggal, selalu ingin ditemani. Dipikirnya semakin dewasa anak akan semakin berani, ternyata tidak. Justru semakin menjadi-jadi, dan cenderung menyulitkan keseharian aktivitas orangtuanya. Anda pernah merasakan hal ini? Apa yang anda rasakan? Mau marah, jengkel, tetapi ini adalah anak kita, serba salah bukan?

Ada apa dan kenapa semua ini bisa terjadi? Ingat tidak ada asap tidak mungkin ada api. Asapnya sudah anda ketahui, apinya? Apa sih yang menyebabkan hal ini terjadi? Kita akan belajar bersama tentang hal-hal praktis yang melatarbelakangi kenapa masalah-masalah anak ini terjadi. Apakah anak dilahirkan untuk menjadi anak seperti ini (bermasalah)? Apakah setiap anak akan menjadi seperti ini? Jawabannya adalah tidak.

Banyak sekali orangtua tidak tahu bagaimana memperlakukan dan mendidik anaknya dengan baik dan benar, karena menjadi orangtua tidak ada sekolahnya. Tidak ada sekolahnya tetapi sangat dibutuhkan ilmu menjadi orangtua yang baik, pada awalnya saya juga mengalami fase ini. Menjadi orangtua yang tidak tahu apa-apa, hanya punya 3 jurus jika ada masalah anak.

Apa 3 jurus favorit orangtua yang putus asa ini:

  1. Ancam : “awas ya kalo kamu begitu lagi”, “kamu tidak akan ikut jalan-jalan”, “kamu kalau begitu bukan anak mama” ini adalah hal umum yang sering kita dengar.
  2. Marah Dengan Teriakan : “dasar BODOH!!”, “PERGI!!”, “KELUAR!!”
  3. Pukul : langsung pukul tanpa penjelasan yang perlu saya perjelas.

Pertanyaan saya, apakah kita tahu hasilnya jika anak dibesarkan dengan cara seperti ini? Mari kita perjelas satu persatu jika anak yang konsisten dididik dengan cara seperti ini, 10-15 tahun kedepan apa jadinya kehidupannya di masa depan.

1. Anak Yang Di Didik Dibawah Ancaman

“Kalau kamu tidak mau membersihkan kamarmu, semua mainanmu akan papa kasih ke orang lain!” Anak seperti ini akan belajar hidup meneror, teman bahkan kelak pasangan hidupnya. Karena dia belajar untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara mengancam seperti orangtuanya.

Mungkin orangtua ingin mendidiknya, tetapi karena ketidaktahuannya justru membentuk perilakunya dengan ancaman. Disamping itu anak juga akan belajar melawan yang biasanya bertumbuh sesuai usianya, jika masih kecil melawannya kecil, jika sudah besar maka perlawanan besar.

5 thoughts on “Anak Pelengkap Derita Orangtua”

  1. Terima kasih atas informasinya. Sangat penting sekali jika kita mau memperhatikan hal tersebut, karena dampaknya sangat besar.

  2. Kita semua ini, memegang peran penting bagi anak-anak di sekitar kita, terlebih anak kita. Contoh adalah nasehat paling bijak.

  3. Sebagai anak didik seharusnya orangtua harus pandai-pandai dalam mendidik anaknya, karena seorang anak dapat berpengaruh terhadap pelajarannya. Akibat kekerasan orangtua dalam mendidiknya, anak didik tidak ingin jika pelajaranya terganggu akibat dari berbagai macam faktor, seperti faktor lingkungan, baik lingkungan sosial, maupun lingkungan sekolah.

    • Memang sulit mendidik anak saat ini karena media massa sering menampilkan adegan yang tidak sepatutnya dipertontonkan untuk seorang anak. Orang tua dituntut agar lebih bijak dalam memberikan arahan hiburan yang mendidik.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!