3 Cara Anti Depresi

3 Cara Anti Depresi

Adakah cara memunculkan penangkal atau anti depresi? Dan bisa? Jawabannya ADA dan BISA. Hanya hal ini perlu dikeluarkan dan sengaja dimunculkan dengan paksa agar ini terpola sebagai penangkal dari potensi depresi atau menangkal depresi.

Banyak dokter yang mungkin akan memberi kita obat anti depresi dengan mudahnya dan ini tidak salah karena ada alasan medis yang sangat kuat yang melatar belakangi pemberian obat.

Namun ada 1 hal yang harus kita ketahui, bahwa depresi sesungguhnya berasal dari diri kita sendiri, dan sudah seharusnya bahwa tubuh kita memiliki obat ampuh terhadap gangguan kejiwaan yang menyebalkan ini.

Jika ada antibodi yang sengaja dimasukan ke dalam tubuh untuk menangkal penyakit yang kelak dapat membahayakan kita, sama juga dengan antibody yang bisa ditanamkan di dalam kepala kita.

Kita butuh pengetahuan dan melakukan pengetahuan tersebut. Saat kita ditipu oleh seorang rekan, hal itu menjadi pengalaman dan pengetahuan kita. Maka jika ada kasus serupa yang mendekati kesamaan dengan kasus tersebut maka kita akan jauh lebih tenang dan bahkan bisa dengan mudah menghindar dan lepas dari jebakan.

Pertanyaannya apakah harus mengalami dahulu baru kemudian tahu? Tidak! Kita sangat mungkin lepas dari jebakan depresi. Jika saat ini sedang mengalami depresi, tidak ada salahnya kita belajar dan mempraktekkan langkah mudah dan sederhana ini.

Apa saja yang harus ditanamkan dalam diri kita agar terbebas dari depresi?

1. Kenali Masalah

Pahami aturan ini terlebih dahulu “Apapun yang ada di dunia ini, termasuk permasalahan, dia datang untuk pergi.” Tanamkan ide itu di kepala kita, itulah kebenarannya.

Nah, masalahnya kebanyakan dari kita ingin agar masalahnya secepatnya pergi, nah kecepatan masalah itu pergi sangat tergantung dari kemampuan kita menghadapi dan mengenai masalah kita.

Contoh, saat kita sakit flu dan hidung bersin terus tidak seperti biasanya. Bagi yang tidak tahu kalau ini adalah sakit flu, maka akan membuatnya amat sangat ketakutan.

Tetapi bagi kita yang tahu bahwa itu adalah sakit flu, maka akan mudah mengatasinya. “Saya tahu obatnya apa, saya tahu obat apa yang cocok untuk saya, saya tahu dosis minumnya, saya bisa atur kondisi tubuh agar bisa bekerja dan tetap fokus” mudah bukan pemahaman ini?

You have Successfully Subscribed!