Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Usia Dini?

Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Usia Dini?

Banyak orangtua yang bingung saat mau menyekolahkan anaknya sedini mungkin, dan kalau bisa sekolah itu mengajarkan bahasa asing (Inggris). Bisa dibilang karena sekarang memang trendnya demikian dan sebagai orangtua tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya.

Tetapi sebelum mengajarkan bahasa asing pada anak, ada baiknya kita ajarkan terlebih dahulu bahasa ibu (Bahasa Indonesia) kepada anak kita. Mengapa? Agar mereka memiliki pemahaman yang baik dan dasar yang kuat untuk berkomunikasi, dan ini sangat penting bagi anak.

Komunikasi merupakan jembatan untuk mengungkapkan emosi atau “uneg-uneg” perasaan yang ada dihati anak. Jika anak tidak dapat mengungkapkan emosinya melalui kata-kata, karena dia tidak tahu harus bicara apa (kosakata dikepalanya terbatas) maka ini bisa menjadi hambatan mental yang dapat mengganggu pencapaiannya saat anak tersebut dewasa.

Sekali lagi fokuskan kepada bahasa ibu (Bahasa Indonesia) terlebih dahulu, apalagi jika di rumah dan orang di sekitar rumah semuanya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.

Memang ada banyak teori yang mengatakan bahwa usia 0-3 tahun adalah usia Golden Age, otak anak seperti spons yang menyerap air. Semua informasi bisa masuk dengan mudahnya, apa yang dipelajari diserapnya dengan mudah.

Memang ada banyak pilihan, mau diajarkan apa saja bisa masuk. Mau diajarkan bahasa asing bisa, mau diajarkan menghafal atau berhitung juga bisa. Tetapi akan lebih baik jika di usia seperti itu diajarkan disiplin, budi pekerti, sopan santun, dan nilai-nilai kehidupan.

Banyak penelitian dari para ahli perkembangan anak yang menunjukan hasil, bahwa tidak ada perbedaan prestasi atau kepintaran mencolok antara anak yang diajarkan berhitung, bahasa asing, dan menulis sejak usia dini dengan anak yang memang sudah saatnya diajarkan (antara usia 5-8 tahun).

Jadi bisa dikatakan hasilnya tidak signifikan atau sama saja. Jika hasilnya sama saja lalu mengapa pada usia Golden Age tersebut tidak digunakan untuk mulai menata sikap mental anak sejak dini?

Sekarang di beberapa sekolah untuk masuk kelas 1 SD harus sudah bisa baca tulis. Kondisi ini tentunya berbeda dengan kita dahulu, saat masuk SD baru belajar baca tulis. Jujur, sebagai orangtua kita melihat perkembangan dan tantangan jaman sekarang ini berbeda dengan sewaktu kita masih kecil.

You have Successfully Subscribed!