Jangan Katakan 3 Hal Ini Pada Anak

Jangan Katakan 3 Hal Ini Pada Anak

Menjadi orangtua bukanlah suatu tugas yang mudah. Cara mendidik yang salah dapat memberi pengaruh besar dalam membentuk karakter anak. Karena setiap ucapan orangtua mempunyai peran penting dalam mendidik anak, dan cara komunikasi yang salah dapat membuat perkembangan anak terganggu.

Ketika anak berbuat ulah atau melakukan hal-hal buruk, biasanya secara spontan orangtua akan memarahi anaknya. Tapi tahukah anda bahwa kemarahan tersebut dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak?

Karena itu sebaiknya anda pikirkan terlebih dahulu ucapan anda saat hendak memarahi anak. Ucapan yang salah dapat mengakibatkan anak merasa bersalah, merasa dirinya tidak berharga dan kecewa terhadap dirinya sendiri. Karena itu ketika marah ada tiga kalimat yang sebaiknya tidak anda katakan kepada anak.

1. “Kamu membuat Ibu marah!”
Menurut psikolog Erica Reischer PhD, kalimat ini atau kalimat serupa sebenarnya bermaksud untuk membuat anak merasa bersalah atas sikapnya. Tujuan orangtua menyampaikannya pada anak adalah berharap si kecil mengubah sikap buruknya. Namun, jika anda sedang benar-benar marah, hindarilah mengucapkannya depan anak.

“Mengungkapkan ekspresi dengan kalimat seperti ini malah memperburuk keadaan dan membuat hubungan dengan anak menjadi negatif. Lebih buruk lagi, ini membuat anak merasa rendah diri dan merasa cemas serta ketakutan,” ujar Reischer.

2. “Kamu ini kenapa sih?”
Reischer menjelaskan, kalimat ini membuat anak merasa dipermalukan. Tanpa anda sadari, anda mengharapkan anak mengubah sikapnya dengan membuatnya malu. Reischer menyebut, orangtua harus menyadari pasti ada maksud di balik hal-hal menjengkelkan yang dilakukan anak.

“Misalnya adalah dia mengharapkan perhatian anda, menginginkan adanya informasi, atau yang terkait dengan kreativitas anak. Daripada mempermalukan anak seperti itu, lebih baik anda mengatakan hal-hal yang bisa membuat anak lebih baik di masa mendatang,” sebut pengajar di University of California Berkeley, Amerika Serikat ini.

3. “Lebih baik kamu …”
Kalimat semacam ini, kata Reischer, membuat anak merasa takut. Sebab, nada kalimat yang anda utarakan ini menyiratkan agresi dan intimidasi. Ingatlah anak akan tumbuh dewasa dan mandiri. Jika anda mengatakan kalimat semacam ini, anak akan terhambat untuk dapat bersikap mandiri.

“Anda malah akan mendidik anak dengan cara yang intimidatif. Pada akhirnya, ini akan mengikis kepercayaan dan rasa hormat sebagai unsur penting dalam hubungan anda dengan anak,” jelas Reischer.