Siapakah Guru Pendidikan Karakter?

Proses belajar seperti ini masih berlanjut pada kehidupan kita orang dewasa. Jadi jangan anggap sepele dalam sikap dan perilaku kita untuk memberikan contoh yang baik untum pendidikan karakter anak.

2. Mengatakan dan Melakukan
Ini terkait dengan peraturan dan sistem yang berlaku di lingkungan belajar pendidikan karakter (sekolah dan rumah). Bagaimana peraturan di sekolah dan di rumah selaras dengan tujuan pendidikan karakter.

Baiklah saya akan memberi contoh, di Indonesia, di Surabaya khususnya saya masih bisa memberhentikan angkutan umum sembarangan. Dimana saya melihat ada angkutan umum, saya tinggal mengangkat tangan saja maka angkutan umum itu akan berhenti.

Hal ini bisa berlaku di Surabaya, tetapi tidak di Singapura. Jika saya pindah ke Singapura maka saya tidak bisa seenaknya saja memberhentikan angkutan umum, ada tempat khusus dimana angkutan umum tersebut mau berhenti. Maka perilaku saya akan berubah mengikuti aturan yang berlaku, saya akan ke halte jika mau naik kendaraan umum.

Jadi dalam pendidikan karakter juga diperlukan setting semacam ini juga, setting lingkungan untuk mendukung perilaku melakukan yang akhirnya akan terbiasa. Seperti ada pepatah “bisa karena biasa” sama seperti halnya aturan baru dalam berlalu lintas.

Belakangan ini banyak aturan baru sehingga jalan yang biasanya bisa 2 arah hanya menjadi satu arah untuk keefektifan pengguna jalan, dan menghindari kemacetan. Jika kita melanggar maka akan ditilang. Pertama mungkin terasa berat, namun setelah 1 bulan sudah biasa, tidak ada beban lagi.

Manusia adalah makhluk yang mudah beradaptasi, mungkin awalnya terasa berat, tetapi jika dijalankan terus menerus maka lama-lama terbiasa. Dalam melakukan pola ini jangan lupa memberikan konsekuensi jika melanggar, tentunya konsekuensi yang mendidik dan tidak merusak harga diri anak. Contoh, jika melanggar maka mainan kesukaan anak akan disita selama 2 hari.

Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.


6 thoughts on “Siapakah Guru Pendidikan Karakter?”

  1. Terima kasih, bagi saya sebagai guru SD artikel “Siapakah Guru Pendidikan Karakter?” ini sangat berguna sekali.
    Semoga Guru Indonesia semakin maju.

    Salam

  2. Setuju sekali dengan artikel ini, bagaimanapun pembentukan karakter sangat penting dalam membentuk jati diri seseorang, dan orangtua menjadi guru pendidikan karakter.

  3. Salam,

    Ya, guru yang paling berpengaruh adalah orangtua yang dekat dengan anaknya dalam arti bukan orangtua yang sebenarnya, melainkan yang dianggap orangtua bagi anak, apalagi jaman sekarang bisa jadi anak meniru karakter pegasuhnya daripada orangtuanya sendiri, karena itu mungkin pendidikan karakter harus ada bagi para pengasuh anak-anak,mudah-mudahan anak-anak kita akan memiliki karater yang cerdas baik secara spritual maupun intelektual.

    Terima kasih untuk artikel ini

    • Setuju sekali cuy. Setiap orang pasti punya kesalahan tetapi yang paling penting bagaimana menyikapinya dan tidak akan pernah mengulanginya lagi.
      Salam kenal empunya blog.

  4. Ya, guru pendidikan karakter adalah orangtua, guru dan lingkungan. Oleh sebab itu mari menerapkan pendidikan karakter secara sistematis dan berkelanjutan sehingga anak akan cerdas emosi dan akhirnya menjadi cerdas intelektual.

    Terima kasih untuk artikel ini.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!