Rahasia Penting Menjadi Kaya dan Hidup Bahagia

Sudah menjadi rahasia umum bahwa orang miskin membenci orang kaya (orang kaya dianggap serakah, curang, sombong, suka pamer dan sebagainya). Hal ini diperkuat juga dari acara tontonan tv, nasehat orangtua, koran, dan banyak lagi.

Hal ini berlaku disemua belahan dunia, rasa cemburu dan benci orang miskin terhadap orang kaya adalah hal yang umum terjadi. Apakah kita tahu hasilnya jika pemikiran seperti itu tetap dipelihara?

Ya, orang kaya akan tetap kaya, bahkan semakin kaya. Dan orang miskin akan tetap miskin, bahkan semakin miskin plus hidupnya semakin menderita. Coba perhatikan bagaimana hukum pikiran bekerja (cerita tentang Thomas Alva Edison).

Lalu satu pertanyaan paling penting, bagaimana dengan Anda? Apakah anda membenci orang kaya? Jika kita membenci orang kaya, maka kita tidak akan pernah kaya. Kebencian menghambat kekayaan menghampiri hidup kita.

Menyimpan rasa benci sama dengan meminum racun dan mengharapkan orang lain yang mati akibat dari racun yang kita minum. Hasilnya kita sendiri yang mati. Tetangga kita akan tetap hidup sehat.

Lalu bagaimana sebaiknya? Setiap kali kita melihat orang kaya, misalnya ketika melihat seseorang yang mengendarai mobil mewah. Maka ikutlah berbahagia dan bersyukur atas kesuksesan orang tersebut. Doakanlah kesehatannya.

Pernah dilakukan penelitian terhadap sekelompok orang. Mereka diminta memilih satu diantara 2 plihan, yaitu :

  1. Pilihan 1, Mereka mendapat gaji USD 90,000 per tahun dan rekan yang lain mendapat gaji USD 80,000.
  2. Pilihan 2, Mereka mendapat gaji USD 100,000 per tahun dan rekan yang lain mendapat gaji USD 110,000.

Apakah anda tahu pilihan mayoritas dari para responden? Pilihan 1 atau pilihan 2? Ya, sebagian besar memilih pilihan 1, dan hal ini adalah pandangan umum yang terjadi di masyarakat.

Penting untuk kita pahami, bahwa sebenarnya yang mereka lakukan adalah pilihan yang berbahaya, karena mereka rela mendapat gaji lebih sedikit dari seharusnya, yang penting gaji mereka lebih tinggi dari rekan lainnya.

Ini adalah pikiran miskin karena disini mereka memandang uang sebagai:
1. Ukuran Nilai mereka
2. Status
3. Harga diri

You have Successfully Subscribed!