Rahasia Membangun Sebuah Keluarga Harmonis

Cobalah perhatikan apakah saat menemani anak-anak kita fokus pada mereka atau hanya sekedar menemani saja. Ingat ada perbedaan yang sangat besar antara kedekatan fisik dan kedekatan emosional.

Jika anak kita belajar lalu kita menunggui di sebelahnya sambil membaca koran atau mengetik di komputer maka ini baru kedekatan fisik. Atau kita menunggui anak sambil memasak di dapur sembari sesekali menengoknya maka ini juga baru kedekatan fisik, dan si anak akan tetap merasa jauh.

Akibatnya anak akan berusaha mencari cara agar ia dapat memperoleh perhatian (cinta) kita. Cara-cara yang ditampilkan anak inilah yang sering kita namakan “nakal” atau “tidak mau menurut” atau “susah diatur” atau “emosional” atau “tidak punya motivasi” atau “tidak punya percaya diri” dan lain sebagainya.

Jadi bagaimana cara membangun kedekatan emosional dengan anak-anak dan pasangan kita? Ada 3 langkah mudah untuk hal itu:

  • Lakukan kontak mata saat sedang berbicara dengan anak ataupun pasangan anda.
  • Lakukan kontak fisik saat sedang berkomunikasi dengan anak ataupun pasangan anda. Sentuh tangannya, bahunya, belai rambutnya, atau tepuk bahunya.
  • Fokus pada anak atau pasangan saat berkomunikasi. Jangan sambil telepon, memasak, membaca koran, ataupun mengerjakan sesuatu yang lain. Kita sendiri akan merasa kurang dihargai saat berbicara dengan seseorang dan orang tersebut menelepon, benar bukan? Demikian juga dengan anak kita!

Lakukan hal ini secara konsisten kepada pasangan dan anak kita, maka kedekatan emosi dan perasaan cinta kita akan tersampaikan dengan mudah dan menyenangkan, serta diterima dengan perasaan yang positif. Inilah cara agar kita mampu membuat anak dan pasangan kita nyaman secara emosional dengan kita.

Hanya melakukan 3 langkah diatas kita sudah mampu membuat anak dan pasangan kita merasa nyaman serta dimengerti. Ingat bukankah setiap insan manusia punya kebutuhan untuk di mengerti? Lakukan itu serta kita mulai dari rumah.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini.
Semoga bermanfaat.

Baca: Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orangtua?

You have Successfully Subscribed!