Rahasia Hidup Bahagia Dengan Menjadi Diri Sendiri

Bagaimana mengatasi semua ini? Ambil sikap untuk tidak perlu menyalahkan orang lain, walau hidup ini terkadang menjadi salah kaprah karena ulah dan kontribusi orang lain. Berespon tenang dan baik dulu. Marah dan menyalahkan seringkali tidak membuat keadaan menjadi lebih baik. Kembangkan kesadaran bersyukur. Anda perlu disiplin dalam bersyukur, lakukan secara sengaja dan rutin. Bukan hanya anak saja, tetapi orangtua juga perlu. Lakukan saja secara rutin.

Tulis 10 hal yang anda syukuri hari ini, misalnya “Saya mensyukuri udara yang sejuk dan bersih, saya mensyukuri adanya makanan yang layak, saya mensyukuri adanya pekerjaan hari ini, tubuh yang sehat, uang yang tersedia, dan masih banyak lagi.”

Saat anda bersyukur anda berterima kasih, saat berterima kasih anda seakan-akan menerima suatu kebaikan dalam hidup. Entah itu lingkungan yang nyaman, udara yang bersih dan lain-lain. Saat hal ini dibiasakan, maka temperatur bahagia dalam hidup anda otomatis meningkat. Mudah bukan?

Kita tidak dibiasakan dan diajarkan disiplin untuk bersyukur. Padahal ini penting, untuk performa keseharian kita dalam beraktivitas. Bagi anda seorang guru yang membaca tulisan ini, mungkin ini bisa menjadi tips untuk dilakukan di sekolah.

Bagi orangtua, setiap anak biasanya sudah bisa diamati apa yang menjadi minat dan bakatnya. Jika anda egois untuk menetapkan tujuan dan standar anda pada anak, secara tidak langsung anda sedang merusak masa depannya yang bahagia. Jika anak anda suka dengan musik tetapi anda paksakan belajar dan sekolah bisnis maka anda sedang memendam bakatnya.

Tahukah anda, bahwa di masa sekarang ini, setiap minggunya ada 5 profesi lama yang hilang dan muncul 7 profesi baru. Contohnya, sekarang penjaga pintu tol sudah mulai digantikan dengan mesin, begitu pula penjaga karcis parkir, dan lain-lain. Jangan paksa anak hidup di jaman anda, atau jaman pola pikir anda. Bebaskan kreatifitas dan minat mereka berkembang, sebab di jamannya akan sangat berbeda dengan masa kini.

Saya sempat berbicara kepada pemilik salon langganan saya yang saya kenal baik selama 5 bulan. Dia bercerita dan berkonsultasi kepada saya setelah mengetahui latar belakang saya sebagai pendidik. Anaknya yang berusia 13 tahun, sudah membongkar 2 laptop senilai 4 jutaan dan 8 jutaan.

You have Successfully Subscribed!