Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Usia Dini?

Kemampuan berpikir abstrak dibutuhkan tidak hanya di sekolah namun juga dalam mengambil berbagai keputusan dalam banyak aspek kehidupan saat dewasa kelak, misalnya bagaimana membeli mobil, memilih investasi keuangan, berpikir level tinggi (analisa, sintesa, dan evaluasi). Termasuk juga cara membesarkan dan mendidik anak yang sudah tentu membutuhkan kematangan dalam kecakapan berpikir.

Bahasa adalah mekanisme untuk berpikir, suatu mental tools. Bahasa membuat berpikir menjadi lebih abstrak, fleksibel, dan independen. Bahasa memungkinkan anak untuk membayangkan, memanipulasi, mencipta ide-ide baru, dan berbagi ide dengan orang lain.

Dengan demikian bahasa mempunyai dua fungsi utama, yaitu bahasa penting untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan bahasa juga merupakan bagian dari proses berpikir. Bahasa dapat digunakan untuk menciptakan berbagai strategi untuk menguasai banyak fungsi mental seperti atensi, memori, perasaan, dan pemecahan masalah.

Bila kita tarik benang merahnya ke kehidupan dewasa, khususnya dalam aspek finansial, maka ada satu pertanyaan menarik dari Kevin Hogan yang layak kita simak “What is the difference between the top 20% of people who earn 80% of the money, and the 80% of the people who earn 20% of the money?”

Apa perbedaan antara 20% orang teratas yang menghasilkan 80% uang, dan 80% orang yang mendapatkan 20% uang?

Jawabannya adalah:

  • 20% Orang itu adalah pakar di bidang komunikasi. Mereka tahu bagaimana mengajukan pertanyaan dan menemukan kebutuhan dan keinginan orang lain.
  • Orang sukses adalah pakar di dua bidang. Pertama, di bidang pekerjaan mereka yang mereka komunikasikan dengan sangat baik dengan orang lain. Kedua, komunikasi pada level pikiran bawah sadar.

Semoga bermanfaat.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini GRATIS!

Baca: Kunci Kebahagiaan Diawali Dengan Memaafkan

You have Successfully Subscribed!