Perlukah Anak Belajar Bahasa Asing Sejak Usia Dini?

Apalagi dengan banyak sekali kurikulum luar yang masuk ke negara kita, pasti akan membuat orangtua menjadi semakin bingung. Kita memang ingin memberikan yang terbaik untuk anak, tetapi apakah kita tahu apa yang anak inginkan dan itu terbaik buat dirinya?

Kembali ke masalah bahasa, ini adalah kasus yang seakan sepele tetapi memiliki potensi untuk menjadi momok bagi perkembangan mental anak. Mengapa? Karena setiap kata memiliki nilai dan makna rasa yang berbeda. Misalnya, mana yang lebih nyaman dari kalimat ini, “saya ingin bahagia” atau “saya layak bahagia”? Umumnya pilihan ke 2 memiliki makna dan rasa yang lebih “nyaman” di hati.

Dalam 1 hari manusia bebicara kepada dirinya sendiri sebanyak 70.000 kata, dan kata sebanyak itu tentunya sangat berpengaruh menentukan arah hidupnya. Ingat kualitas hidup manusia bergantung pada pemilihan kualitas kata dalam tata bahasanya. Untuk memiliki tata bahasa yang bagus tentunya perlu memiliki banyak database kosakata yang cukup banyak serta proses komunikasi itu sendiri.

Lalu, apakah itu artinya seorang anak tidak boleh belajar bahasa asing sejak dini? Jawabannya adalah boleh, tetapi sebaiknya tidak perlu dievaluasi atau dinilai. Berikan saja proses stimulasi, misalnya “Budi itu adalah anjing, anjing dalam bahasa Inggris disebut dog. Kalau kucing apa ya? Ingat kan?”

Lalu kapan sebaiknya proses evaluasinya? Sebaiknya dimulai pada usia 12 tahun, dengan catatan di usia 0-12 tahun seorang anak telah dipupuk dengan baik harga diri dan konsep dirinya. Dijamin nanti dia akan menjadi pembelajar yang tangguh.

Disamping itu, bahasa merupakan mental tools. Mental tools ini bermanfaat untuk mempelajari dan memahami konsep abstrak di bidang sains dan matemaika.

Tanpa mental tools anak dapat menghafal dan mengeluarkan fakta-fakta saintifik dari memori mereka, namun tidak bisa menerapkan pengetahuan ini untuk mencari solusi dari pertanyaan atau masalah yang mereka hadapi, karena sedikit berbeda dengan contoh yang telah mereka pelajari sebelumnya.

Ide mengenai piranti pikir atau mental tools ini dikembangkan oleh Lev Vygotsky, psikolog Rusia (1896-1934) yang menjelaskan bagaimana anak mengembangkan kemampuan mental yang semakin kompleks.

You have Successfully Subscribed!