Pendidikan Anak Adalah Tanggung Jawab Orangtua

2. Empathy

Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain.

Telinga kita ada dua dan mulut Cuma satu, maka seyogyanya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara. Sebagai orangtua kita dapat menjadi contoh sekaligus mengajarkan Empathy kepada anak-anak kita. Cara paling mudah dilakukan dengan mengajak anak-anak berkunjung ke YPAC, Rumah Singgah, Kampung Pemulung, dan sebagainya.

Hal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa empathy dan sosial anak sejak dini sehingga diharapkan mereka mampu menyelami berbagai macam karakter manusia yang ada baik yang sempurna maupun yang istimewa.

3. Audible

Makna dari audible antara lain, dapat didengarkan atau dimengerti dengan baik. Dalam mendidik anak seyogyanya harus dua arah, karena jika searah yang terjadi adalah maunya orangtua.

Padahal kita diamanahi anak untuk dapat menjadi fasilitator dalam membuka “pesan” yang telah dititipkan dalam setiap diri anak-anak kita. Yang terjadi saat ini adalah keegoisan orangtua yang sudah merampas impian anak-anak sehingga mereka tidak dapat bertumbuh sesuai dengan talenta terbaik yang sudah diberikan.

Jadi orangtua harus menjadi pendengar yang baik bagi anak-anaknya dan menjadi sahabat dalam mendengarkan setiap keluh kesahnya. Hal ini dapat dilatih sejak anak masih balita tentunya dengan bahasa yang sederhana.

4. Clarity

Selain bahwa pesan harus dapat dimengerti dengan baik, maka hukum keempat yang terkait dengan itu adalah kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan.

Kedua orangtua harus sepakat dalam tujuan menyekolahkan anak, sehingga ketika ada masalah orangtua juga bertanggung jawab penuh terhadap akibat yang ada dari setiap masalah yang muncul dalam proses pendidikan.

Jika orangtua hanya terima beres dan berorientasi pada akademik semata, maka lebih baik anak dimasukan ke dalam bimbingan belajar saja. Tujuan pendidikan haruslah mampu menciptakan karakter dan moral yang lebih baik dengan bersandar pada nilai-nilai agama, budaya, adat istiadat dan hukum alam yang berlaku.

You have Successfully Subscribed!