Peduli Pendidikan Karakter It Never Ends

Dalam sekolah kehidupan justru manusia yang berhasil adalah manusia yang memiliki nilai karakternya A dan setiap tahunnya (bahkan harian, atau triwulan, bahkan semester) masih ada ujian kenaikan kelasnya, sampai kapan? Sampai kita lulus dari bumi ini. Yah itulah sebabnya saya kemukakan bahwa pendidikan karakter tidak pernah berhenti. Nikmati dan hiduplah dengan karakter sukses.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini.
Semoga bermanfaat.


4 Comments on “Peduli Pendidikan Karakter It Never Ends”

  1. Pak Timothy saya ijin share knowledge pendidikan characternya di facebook status saya terimakasih sudah berbagi ilmu yang sangat bermanfaat saya rasa nggak cuman buat saya tapi buat orang tua orang tua yang lain juga Namaste

  2. Saya ingin cerita tentang teman saya.

    Dia berumur 13 tahun sama seperti saya.
    Ketika saya ajak bermain keluar rumah, dia menolak.
    Setelah saya selidiki, ternyata dia berhari-hari di rumah terus, kadang keluar main, dan dia juga tidak punya teman rumah.

    Ini yang saya takuti.
    Bersepeda tidak bisa, bermain bola tida bisa, jalan kaki mau kesuatu tempat atau pulang dan pergi sekolah diantar orangtuanya, dia juga tidak bisa berenang, dan lain-lain lah pokoknya berhubungan dengan ekstrakulikuler.

    Dia kan cowok seharusnya bisa, tetapi tidak bisa.
    Setiap ada ekstrakulikuler berenang, dia tidak ikut, nilai prakteknya pun nol.
    Ada pramuka tidak di izinkann orangtuanya.
    Saya ajak dia main, bapaknya melarang.

    Diam-diam saya dengar kata bapaknya “udah lu dirumah aja ngapain sih keluar-keluar segala, mending tidur aja”.
    Bisa dibilang dia anak yang culun, pemalu.
    Saya liat dia di isengin orang, dia tidak membalas.
    Sering banget dikata-katain temen-temannya, “bencong lu” dan lain-lain.

    Tolong berikan jalan keluar.
    Orangtuanya juga sih yang ketakutan sama anaknya.
    Mohon ditanggapi, thanks.

    • Tidak mudah menghadapi ini bagi anda temannya, dan juga dia sendiri. Saran saya jadilah teman yang mau mengerti dia, anda sudah mau mengerti dia karena anda peduli dan bertanya kepada kami. Pada usia belia seperti ini, sulit untuk meyakinkan orangtuanya, jadi mengertilah dan nikmati keadaannya dahulu (berteman debgan dia dengan kondisi seperti ini) dan bersyukurlah.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!