Mengapa Anak Tidak Mendengarkan Orangtua?

Dengan melakukan perintah orangtua, mereka merasa menjadi pribadi yang “tidak penting” sebaliknya dengan membangkang mereka merasa menjadi “lebih penting” karena sudah memenangkan pertarungan.

Hal ini berbeda dengan anak yang berprestasi di sekolah. Mereka memiliki rasa percaya diri dan tidak mudah terpengaruh oleh teman sebaya, karena mereka adalah anak yang diterima, dicintai, dan diakui oleh orangtuanya. Karena saat di rumah semuanya sudah terpenuhi, mereka tidak akan mencari-cari lagi pengakuan dari dunia luar.

Lalu bagaimana cara memenuhi kebutuhan emosi anak jika berada di rumah? Model komunikasi seperti apa yang harus dilakukan? Berikut penjelasan tentang hal apa saja yang diperlukan untuk memperbaiki komunikasi kita dengan anak :

  • Gunakan kata “minta” saat kita membutuhkan anak melakukan sesuatu. Dengan menggunakan kata minta, artinya kita menghargai anak, dan ini sangat penting
  • Pastikan selalu menatap mata anak saat kita berkomunikasi dengannya. Mata menunjukkan keseriusan dan penghargaan terhadap lawan bicara. Dengan menatap matanya, membuat anak merasa penting dan diakui.
  • Jadilah pendengar yang baik jika anak sedang berbicara. Dengan mendengar saja, anak sudah merasa orangtuanya adalah orang yang mau mengerti akan dirinya, walaupun anda belum memberi solusi. Dengan mendengar anak berbicara maka kita sudah membantu anak untuk melepas beban emosi yang mengganggunya.
  • Cintai anak dengan caranya dia mencintai. Perhatikan, apakah dia memberi perhatian berlebih, apa dia suka memberi sentuhan, hadiah, dan lain-lain. Karena itu adalah senjata pemungkas orangtua dan dengan cara yang sama kita belajar mencintai dia dengan caranya, bukan dengan cara kita.

2. Komunikasi Berdasarkan Mekanisme Pikiran

Pikiran manusia selalu memproses informasi yang dominan. Maksudnya, pikiran manusia tidak mengenal kata tidak, jangan, atau apa pun kalimat negatif.

Seandainya kita membayangkan buah apel, apa yang ada dalam pikiran kita? Gambar buah apel bukan? Nah, sekarang kita tidak boleh dan jangan coba-coba untuk membayangkan sebuah apel. Namun apa yang terjadi? Buah apel tetap muncul di pikiran kita bukan? Padahal kita sudah dilarang untuk membayangkannya.

You have Successfully Subscribed!