Kunci Kebahagiaan Diawali Dengan Memaafkan

Menyimpan rasa dendam dan amarah memboroskan tenaga dan energi yang dapat kita arahkan menuju kebahagiaan. Jika kita rela memaafkan, kita dapat menyumbang lebih banyak pada kehidupan dan merasa bahagia terhadap diri sendiri dan orang lain.

Salah satu ciri orang yang sukses, mereka mampu memaafkan kesalahan yang terjadi didalam kehidupan mereka. Baik itu dilakukan oleh diri mereka sendiri atau orang lain. Ingat kesuksesan selalu meninggalkan jejak, dan ini adalah salah satu jejak yang sangat berharga dan tidak terlihat, yaitu hati yang murah hati.

Murah hati untuk memaafkan, murah untuk memberikan maaf secara ikhlas. Ingat 5 alasan diatas adalah pandangan yang keliru tentang proses memaafkan, karena memaafkan sebenarnya untuk keuntungan diri kita sendiri.

Menyimpan sakit hati sama dengan membuang banyak energi yang dibutuhkan untuk sukses. Jadi mengapa sukses kita sampai saat ini belum tercapai? Ya, mungkin masih ada masalah yang membelenggu di pikiran dan perasaan kita. Tetapi tidak menutup kemungkinan ini dapat dilakukan secara mandiri (Self Healing).

Pengampunan itu menyembuhkan. Pengampunan itu membuka hati kita, membebaskan emosi-emosi kita, melepaskan energi yang tersumbat dalam tubuh, dan membiarkan daya hidup mengalir bebas.

Mengampuni dan melupakan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tindakan ini diperlukan kerendahan dan kebesaran hati. Namun, itulah satu-satunya cara untuk menempuh jalan menuju kebahagiaan dan kesuksesan sejati.

Hidup ini akan semakin terasa sangat singkat kalau hanya untuk membenci, tidak satupun diantara kita yang paling sempurna dan paling suci, mari kita maafkan ayah ibu kita, anak-anak kita, suami kita, istri kita, saudara-saudara kita, teman dan sahabat kita.

Ada banyak cara memberi dan meminta maaf, jika kita masih malu dan ragu bertemu, bisa gunakan telepon, WhatsApp atau sosial media sebagai pendahuluannya. Dan ini dapat dimulai dari kita, untuk kehidupan kita sendiri yang lebih baik.

Banyak sekali keajaiban terjadi hanya dengan memaafkan, klien-klien saya bebas dari sakit yang menahun, tumor dan kangker hanya dengan memaafkan. Usahanya bangkit dan kondisi keuangan semakin meningkat hanya memaafkan. Keluarga kembali utuh hanya dengan memaafkan. Anak berubah semakin baik, serta pasangan hidup semakin saling mencintai hanya karena memaafkan.

You have Successfully Subscribed!