Kunci Kebahagiaan Diawali Dengan Memaafkan

Apa yang terjadi dalam kehidupan kita, semua berasal dari diri kita sendiri. Bukan orang lain yang perlu berubah tetapi diri kitalah yang perlu berubah terlebih dahulu. Bukan ganti cerminnya, tetapi ganti bajunya. Karena kuncinya ada pada diri kita masing-masing.

Disepanjang perjalanan hidup kita, tidak dapat dipungkiri bahwa kita harus berhadapan dengan berbagai jenis kepribadian manusia. Roberta Cava, dalam bukunya Dealing With Difficult People, menunjukkan ciri-ciri kepribadian yang berpotensi menyulitkan kita, yaitu:

  • Mereka yang sering membuat kita emosional.
  • Mereka yang membuat kita terpaksa melakukan sesuatu yang sesungguhnya tidak kita ingin lakukan.
  • Mereka yang mencegah atau menghalangi kita untuk melakukan sesuatu yang seharusnya kita lakukan.
  • Mereka yang suka menimbulkan perasaan bersalah jika kita tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginannya.
  • Mereka yang suka menimbulkan perasaan-perasaan negatif terhadap kita seperti frustasi, marah, minder, iri, depresi, dan sebagainya.
  • Mereka yang selalu menggunakan kekerasan dan memanipulasi untuk mencapai tujuannnya.

Kita tidak mungkin dapat mengendalikan sikap orang-orang tersebut. Tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mencegah mereka agar tidak berbuat negatif. Namun, kita bisa mengelola hati atau perasaan kita.

Daripada sibuk menyimpan kekesalan, dendam, dan amarah yang jelas-jelas tidak berguna, bukankah lebih baik jika kita berpikir tentang bagaimana cara kita dapat menaklukan musuh tanpa harus bertempur? Ingatlah bahwa tidak ada yang dapat menghambat kebahagiaan kita daripada rasa benci, marah dan kesal.

Tidaklah penting apa yang dilakukan seseorang terhadap kita atau besarnya kesalahan mereka. Jika kita tidak memaafkannya, kitalah yang akan menanggung akibatnya. Memaafkan dan mengampuni orang lain membebaskan kita dari kelumpuhan hidup.

Memaafkan memang tidak mudah bagi sebagian orang, bahkan sebagian besar orang sulit untuk memaafkan. Mengapa? Berikut ini ada beberapa alasan mengapa memaafkan sangat sulit dilakukan:

  • Kita mengira memberikan maaf berarti menyetujui perbuatan yang salah.
  • Saat memberikan maaf itu artinya kita menerima orang tersebut dalam kehidupan kita kembali.
  • Saat tidak memaafkan maka memberikan kita kekuatan, berada diatas angin, kekuasaan.
  • Jika kita memaafkan, ada kemungkinan kita akan sakit hati lagi.
  • Kita ingin memberikan hukuman kepada yang bersalah kepada kita.

You have Successfully Subscribed!