Kunci Kebahagiaan Diawali Dengan Memaafkan

Dia naik bus menuju Miami, Florida yang melewati kampung halamannya, White Oak. Dia sangat gugup. Seisi bus mendengar ceritanya, dan mereka meminta kepada sopir bus itu “Tolong saat lewat White Oak, jalan pelan-pelan. Kita harus melihat apa yang akan terjadi.”

Hatinya berdebar-debar saat bus mendekati pusat kota White Oak. Dia tidak berani mengangkat kepalanya. Keringat dingin mengucur deras. Akhirnya dia melihat pohon itu. Air mata menetas di matanya. Dia tidak melihat sehelai pita kuning, melainkan ada seratus helai pita-pita kuning bergantungan di pohon beringin itu. Seluruh pohon itu dipenuhi pita kuning.

Kisah nyata ini menjadi lagu hits nomor satu pada tahun 1973 di Amerika. Sang sopir langsung menelpon surat kabar dan menceritakan kisah ini. Seorang penulis lagu menuliskan kisah ini menjadi lagu, Tie a Yellow Ribbon Around the Old Oak Tree.

Dan ketika album ini dirilis pada bulan Februari 1973 langsung menjadi hits pada bulan April 1973. Sebuah lagu yang manis, namun mungkin masih jauh lebih manis jika kita bisa melakukan apa yang ditorehkan dalam lagu tersebut. Bisakah kita?

Banyak sekali musibah dalam hidup karena pintu maaf sudah terkunci. Musibah itu sekarang bisa dalam berbagai macam bentuknya, seperti sakit fisik (kanker, tumor, darah tinggi, stroke, dan lain-lain), pekerjaan dan keuangan yang tidak kunjung baik, dan ujung-ujungnya rumah tangga yang berantakan (orang yang dicintai tidak jarang justru menjadi korban atas keegoisan memendam amarah dan dendam).

Dan yang paling menjengkelkan, seringkali orang yang mempunyai masalah bukannya berfokus mencari solusi tetapi malah mencari perhatian. Sebenarnya apa yang diinginkan? Yang diinginkan adalah penerimaan dan dicintai!

Ini adalah salah satu indikasi orang yang belum menerima dan mencintai dirinya sendiri. Masalah bisa selesai saat kita bertemu dengan sumber masalahnya, apa sumber masalahnya? Ya, diri kita sendiri.

Jika kita memakai baju berwarna merah, lalu bercermin dan melihat tidak cocok dengan baju tersebut, apa yang kita lakukan? Ganti bajunya atau ganti cerminnya? Jelas ganti bajunya, nah sama halnya dengan kehidupan kita sehari-hari.

You have Successfully Subscribed!