Cara Menjadi Kaya Dengan Memahami Rahasia Tentang Uang

Yang membuat ketentuan ini tidak lain adalah diri kita sendiri. Sosok yang juga terdapat dalam diri setiap manusia yang dikenal dengan nama Self Image atau cara pandang kita terhadap diri sendiri, dan Belief System atau kepercayaan kita terhadap suatu situasi.

Kita tidak akan pernah dapat lari dari Self Image dan Belief System kita sendiri. Selain kita sendiri, siapa lagi yang menanamkan hal ini kepada diri kita? Yah, lingkungan dimana kita hidup, seperti orangtua, saudara, guru, teman, komunitas, bacaan, film, dan lain-lain.

Jika ditanya, apa yang kita rasakan ketika membawa pisau? Atau melihat pisau? Apakah ada perasaan takut? Membahayakan diri atau orang lain? Lebih tepatnya apakah ada perasaan tidak enak? Meskipun sebenarnya pisau adalah barang yang nertal.

Sejak kapan pisau menjadi barang yang menakutkan? Sejak kapan kita mendapat informasi jika pisau itu dipakai untuk melukai? Mungkin sebagian dari kita sudah diingatkan sejak kecil akan bahaya pisau, bahkan tidak jarang orangtua kita membentak atau memberikan peringatan keras jika pisau itu berbahaya karena tajam, dan kita dilarang keras menyentuhnya. Karena itu pisau tidak kita bawa kemana-mana kan?

Nah pertanyaannya, bagaimana perasaan kita dengan uang? Apakah sama dengan pisau? Mungkin tidak ekstrim seperti pisau, tetapi pernahkah kita mendengar bahaya negatif tentang uang? Banyak bukan? Bahkan mungkin ada diantara kita yang mengeluhkan “uang merupakan sumber masalah”.

Pada dasarnya pikiran manusia memiliki satu sifat yang dominan, yaitu menghindari sengasara. Saat kita banyak mendapatkan informasi yang salah tentang uang, bahwa uang bisa merusak hidup, uang itu sumber masalah retaknya sebuah keluarga, uang yang menghancurkan karir, uang itu tidak bersifat spiritual, dan lain-lain. Maka secara tidak langsung hidup kita akan diprogram untuk menghindari uang agar tidak sengsara. Padahal sebenarnya uang adalah hal yang netral bukan?

Kebanyakan orang memiliki pikiran yang diprogram agar TIDAK KAYA yang ia pelajari dari keluarga, sekolah, lingkungan, dan sebagainya. Jadi sebenarnya kondisi mereka yang belum kaya bukanlah kesalahan mereka sendiri. Lalu bagaimana solusinya?

You have Successfully Subscribed!