Cara Ampuh Mengatasi Persaingan Antar Saudara

Karena sebagai anak nomor 2, hal yang yang sering terjadi adalah dia akan selau merasa sebagai nomor 2, karena memang itulah kenyataannya. Dia tidak akan pernah merasakan kapan jadi nomor 1. Nah, sampai dia tua pun si kakak pasti menjadi nomor 1 dan ia jadi nomor 2, bukankah seperti itu.

Karena itu anda perlu mengantisipasi perasaan ini, dengan cara menjadikannya nomor 1 pada satu waktu tertentu. Ajaklah dia keluar, istimewakan dia, buat dia merasa bahwa dirinya nomor 1. Imbangi dengan sebuah nasihat bahwa kakaknya juga penting.

Katakan kepada anak anda yang nomor 2, misalkan pada saat anda mungkin mengajaknya makan di luar, “Bagaimana kalau kita belikan kakak makanan kesukaanya?” Disini anda membuatnya merasa penting, tetapi anda juga membuatnya untuk mempunyai rasa perduli pada saudaranya sendiri.

Nah, itu adalah hal-hal yang kecil yang dapat anda lakukan, agar persaingan-persaingan seperti ini tidak mencuat menjadi sebuah isu yang panas di dalam keluarga. Lakukan hal ini sejak mereka masih kecil.

“Bagaimana kalau anak saya sudah besar?” Anda masih punya waktu untuk melakukannya sekarang. Perbaiki semuanya dan anda akan melihat hubungan mereka akan jauh lebih baik lagi, dan sebagai sebuah keluarga akan sangat kokoh dan sangat kuat.

Semoga bermanfaat.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini GRATIS!

Baca: Bisakah Hypnosis Mengubah Karakter Anak?

9 thoughts on “Cara Ampuh Mengatasi Persaingan Antar Saudara”

  1. Saya bukan orang tua disini, melainkan anaknya. Saya punya adik, yang mungkin tidak akan pernah akur lagi sama saya. Dia selalu bertolak belakang dengan apa yang saya lakukan. Dia selalu ingin saya salah. Dia selalu ingin saya kalah. Dia tidak mau melihat saya tersenyum. Dia menganggap saya ini orang bodoh yang suka mengatur, egois dan keras kepala. Saya sudah tidak bisa menahan sakit hati ini karena ayah dan ibu sering keluar. Ketika saya mencoba memberitahu kepada orangtua saya atas apa yang adik saya lakukan, adik saya selalu membela dirinya bahwa dia tidak melakukan itu. Mungkin hanya masalah kecil, tetapi dia kasar sekali kepada saya. Saya sering dipukul, ditendang, diberi kata-kata kasar, dan diteriaki. Saya sudah lelah menghadapi hal seperti ini karena saya sudah berusaha untuk memberitahu orangtua agar saya bisa tahu apa yang harus dilakukan namun gagal terus. Bisa berikan jawaban? Maklum saya bocah.

  2. Saya punya 3 anak, yang pertama kelas 3 SD, kedua masih TK dan yang ketiga 1 tahun. Semakin kesini yang kedua cari perhatian terus, entah mengganggu kakaknya atau adiknya sampai menangis. Apakah yang harus saya lakukan terhadap anak yang kedua? Kadang emosi saya naik terus.

    Terima kasih.

    • Berikan perhatian, seperti anda bilang mencari perhatian maka berikan perhatian. Anak tidak tahu cara mencari perhatian yang baik dan benar, maka segala cara yang menurutnya bisa menarik perhatian anda akan dia gunakan.

  3. Saya punya dua anak, yang pertama cowo dan yang kedua cewe. Sifat mereka sangat bertolak belakang, justru yang cewe lebih dominan dalam segala hal. Padahal kami sudah merasa berbuat adil kepada keduanya. Usia anak kami berbeda dua tahun, yang pertama umur lima tahun dan yang kedua tiga tahun.
    Saya benar-benar bingung bagaimana membuat mereka bisa saling membutuhkan, saling merasa nyaman satu sama lain dan tidak saling iri?

  4. Saya mau nanya, anak saya 2 yang pertama cewek umur 2 tahun, yang kedua cowok umur 6 bulan, yang ingin saya tanyakan:
    Setiap hari kakaknya ada saja tingkahnya untuk membuat adiknya menangis, entah mencubit, memukul pakai tangan, atau menendang adiknya. Padahal sering juga mereka saya puji bersama-sama dan gantian saya ajak keluar bersama bundanya dan sesekali dua-duanya saya ajak keluar utk jalan-jalan.

    Bagaimana cara mengatasi tingkah kakak kepada adiknya? Mohon pencerahan
    Terima kasih

    • Gunakan kalimat langsung untuk menasehatinya, tatap matanya, sentuh pundaknya dan katakan, misal: makin hari kamu makin sayang sama adik, tangan untuk sayang adik ya. Lakukan itu berulang-ulang.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!