Bagaimana Mindset Dapat Mempengaruhi Hidup Seseorang

Yang terjadi adalah mereka semua tahu bahwa mereka dilahir dan dibesarkan di tanah air Indonesia sebagai bangsa Indonesia. Mereka juga tahu apa kewajiban mereka sebagai seorang anak bangsa. Tetapi bila ditelusuri lebih jauh lagi, mereka ternyata tidak bangga sebagai bangsa Indonesia.

Bukankah kejadian di atas sama persis seperti ilustrasi kisah tentang orang-orang yang hobi gonta ganti ponsel. Mereka tahu bahwa kebiasaan gonta ganti ponsel adalah tindakan yang sebetulnya kurang bijak. Tetapi mereka tetap melakukan juga. Bahkan sebagian besar sampai rela berhutang demi mendapatkan ponsel idamannya.

Ketika hutangnya sudah bertumpuk, lalu dia akan merasa bahwa gajinya tidak cukup. Selanjutnya menuduh perusahaan tidak memberikan upah dengan layak. Karena sudah merasa tidak diperhatikan oleh perusahaan, maka banyak hal yang dapat terjadi kemudian. Mulai dari prestasi kerja yang menurun hingga yang paling berat adalah melakukan tindakan pelanggaran hukum.

Semua Berawal Dari Kata-Kata

Saya menemukan bahwa semuanya bermula dari penyusunan kata-kata yang keliru terhadap arti dan makna sebuah kata. Yang kemudian kata-kata tersebut dimasukan ke dalam pikiran dan perasaannya (Mindset) sehingga tanpa sadar ia membuat keputusan terhadap tindakan dan perbuatannya.

Sadar akan hal tersebut di atas, maka kami di PLC mulai merancang modul-modul pelatihan soft skill yang berbasiskan perubahan bukan saja pada pikiran semata melainkan juga perasaan melalui penyusunan kata-kata yang dipilih dan disusun sedemikian rupa. Hasilnya adalah penyempurnaan terhadap materi Building Healthy Mindset With NLP yang memasukkan modul Wawasan Kebangsaan sekembalinya adik-adik kita dari pelatihan kewiraaan.

Materi yang sudah mengalami penyempurnaan ini kemudian kami ujikan pada sebuah batch BPA/BPS di akhir tahun 2012. Dan hasilnya sungguh menggembirakan, pada akhir masa pendidikan mereka, sebuah buku kompilasi yang memuat buah pikir mereka terhadap ketahanan energi dan kebangsaan telah lahir. Karya mereka berjudul Merawat Bumi Pertiwi Indonesia.

Bila mereka sudah mampu merangkai kata-kata bermanfaat yang dapat mempengaruhi pikiran dan perasaan pembacanya, sehingga kemudian mendorong pembacanya melakukan hal-hal bermanfaat maka saya yakin para founding father pun akan merasa tenang di alam baka menyaksikan generasi penerus ternyata mampu membawa Bangsa Indonesia ke level yang lebih tinggi lagi. Ini hanya persoalan waktu saja.

You have Successfully Subscribed!