Bagaimana Mindset Dapat Mempengaruhi Hidup Seseorang

Menurut kamus Merriam-Webster, kata “Mind” diterangkan sebagai “The element or complex of elements in an individual that feels, perceives, thinks, wills, and especially reasons”.

Bahkan sejak ribuan tahun yang lalu, Bangsa Cina telah menggunakan simbol karakter “心” (baca: xīn) yang sama; untuk mewakili kata “Heart”, “Mind”, “Soul.”

Lalu mengapa pula dalam kebanyakan literatur Bahasa Indonesia pada umumnya menerjemahkan kata “Mind” hanya sebagai pikiran saja?

Sebenarnya kurang tepat bila menerjemahkan Mind hanya sebagai Pikiran. Karena ada unsur Perasaan di dalam kata Mind ini. Jadi terjemahan yang paling tepat untuk kata Mind adalah merupakan hasil dari pengolahan Pikiran dan Perasaan. Kekeliruan terhadap arti dan makna sebuah kata dapat berakibat pada setiap keputusan yang diambil seseorang dalam berperilaku.

Pernyataan di atas akhirnya saya uji tingkat kebenarannya melalui serangkaian tes dan evaluasi yang berkesinambungan melalui program yang kami diberi nama Mindset With Neuro-Linguistic Programming

Sebagai pekarya dalam lingkungan Pertamina khususnya di Pertamina Learning Centre, kami setiap hari berkecimpung dalam proses penerimaan adik-adik generasi penerus. Karena banyaknya sample yang kami lihat, lama-kelamaan kami seperti mampu mengenali bagaimana tingkah pola seseorang. Dengan memperhatikan bagaimana orang tersebut bersikap, bagaimana orang tersebut berbicara; hingga ke pemilihan kata-kata yang dipergunakan ketika berkomunikasi.

Ketika pertama kali diberi kepercayaan untuk menangani adik-adik ini, ada banyak sekali pertanyaan yang menghampiri saya. Bagaimana mungkin adik-adik yang menjalani pendidikan sekian lamanya dan dengan biaya yang tidak sedikit, mengapa hasilnya tidak seperti yang diharapkan?

Mengapa generasi yang sekarang mentalnya sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya? Dapatkah mereka disadarkan bahwa mereka berkarya di perusahaan energi yang memiliki nilai sangat strategis bagi pertahanan dan keamanan negeri ini?

Selama 4 tahun terakhir saya berpikir keras di titik-titik mana adik-adik ini perlu mendapatkan perhatian khusus agar semua biaya pendidikan yang telah diinvestasikan oleh perusahaan dapat dipertanggungjawabkan kepada stakeholder di kemudian hari.

Hingga sampailah saya pada sebuah penemuan! Ternyata adik-adik kita ini memiliki Mindset yang keliru terhadap arti dan makna kata Kebangsaan. Salah satu akibat dari kata Mind hanya diterjemahkan hanya sebagai pikiran saja. Maka tanpa sadar mereka dibentuk hanya dari sisi pikiran saja. Sedangkan sisi perasaan kurang tersentuh dengan utuh.

You have Successfully Subscribed!