Bagaimana Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

Nah, anda sudah tahu permasalahannya, lalu bagaimana mengatasinya? Ada 5 tips yang akan kami bagikan dan bisa anda praktekkan dalam keseharian anda dan anak anda.

  1. Sediakan waktu dan kebersamaan dengan anak lebih banyak, menemani anak di rumah. Jika Anda sangat sibuk, aturlah sedemikian rupa. Anggap saja anak anda sedang “sakit” dan perlu ditemani.
  2. Mengembangkan cara berkomunikasi yang lebih enak dan nyambung dengan anak.
  3. Berusaha memahami kebutuhan anak, termasuk bahasa anak. Menyelami game-game yang dimainkan supaya bisa menjadi pintu masuk anda bicara dengan anak.
  4. Rencanakan waktu untuk makan bersama dan rekreasi bersama. Saat ngobrol dengan remaja yang enak adalah saat situasi mereka juga enak, saat makan dan santai.
  5. Jangan bicara apalagi dengan marah-marah kepada anak saat mereka sedang main game. Hal itu justru membuat mereka bertambah terluka. Berusaha bicara dengan menatap anak dengan kasih sayang.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini.
Semoga bermanfaat.

Baca: Menanamkan Pendidikan Karakter Bangsa Adalah Suatu Prioritas


15 thoughts on “Bagaimana Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak”

  1. Saya Ian umur 11 menjelang 12 tahun. Saya punya adik namanya Tata umurnya 5 tahun, dia itu terlalu kecanduan bermain game. Saya terus pakai 5 cara tadi tetapi masih tidak mau, dia itu sedikit-sedikit pakai menangis. Saya tidak dapat jatah untuk pakai laptop, terus jam 9 malam dia sudah berhenti dan tidur. Saya malah dapat jatah pakai laptop waktu malam, jadinya saya bergadang saja. Bagaimana caranya agar saya dapat jatah laptop lagi?

    • Bagus anda mau berbagi. Sebaiknya berikan batasan dan aturan, dengan batasan dan aturan akan mampu mendidik seseorang untuk tahu batas yang akhirnya akan menjadi orang yang tahu diri. Tahu diri sebaiknya dilakukan dari rumah dan belajar dari hal kecil seperti kasus anda.

  2. Saya adalah seorang gamer, kadang saya suka lupa waktu karena bermain game. Bagaimanakah agar saya bisa mengontrolnya atau bahkan berhenti bermain game? Namun di satu sisi bermain game membuat kecemasan saya berkurang, dan membuat saya positif tinking. Apa tindakan tepat yang harus saya ambil?

  3. Game sebenarnya mencerdaskan anak, cuma jika berlebihan maka akan menjadi masalah bagi anak itu sendiri, karena memiliki efek kecanduan dan lebih suka bersenang-senang. Untuk anak seperti ini sebaiknya pendekatan secara emosional jangan pake marah-marah, anak sekarang tidak bakalan mempan kalau dengan omelan.

  4. Adik saya umurnya 11 tahun, setiap hari bahkan sampai malem itu kerjaannya cuma main game online. Bahkan sampai lupa makan, di sekolah dia juga kurang bagus. Orangtua saya sudah bosan memberu nasihat, dari cara yang halus sampe “kasar”. Saya sebagai kakak bisa apa? Dia itu susah diajak bicara.

  5. Sebenarnya di negara kita ada permainan yang dari dahulu dimainkan dan dapat memupuk kerja sama, seperti petak umpet. Sehingga mereka bisa bekerja sama dalam memperoleh kemenangan.

  6. Anak laki-laki saya usianya 21 tahun, sudah kuliah dan kesukaanya main game sejak SMP. Kalau sudah main game sampai tidurnya malam-malam, bahkan kalau pas libur ada temannya yang menginap di rumah, mereka bisa sampai tidak tidur karena main game. Bagaimana solusinya untuk mengarahkan kepada hal yang positif yang masih ada hubungannya dengan game, agar lebih bermanfaat bagi anak kami? Terima kasih.

  7. Anak saya sepuluh tahun dan tidak ada kesadaran untuk belajar. Seolah tidak terpikir apa-apa tentang masa depannya, saya bingung mungkinkah ada gangguan jiwa?

  8. Thanx atas tip berharga ini.
    Mudah-mudahan saya bisa lebih baik lagi menghadapi anak-anak di rumah dengan baik.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!