Bagaimana Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak

Mereka yang seakan menjadi pecundang di dunia nyata dan anak yang di “sia-sia”, bisa menjadi juara sejati di alam yang berbeda. Mereka mendapatkan penghargaan dan diterima, di elu-elukan merasa dibutuhkan, diinginkan dan itu semua berbeda dengan dunia yang nyata dalam kehidupannya. Paham bukan? Kenapa anak dan remaja bisa kecanduan game?

Sebagai orangtua atau pemerhati tumbuh kembang anak ada baiknya kita memahami hal ini dan memberikan perlakuan yang berbeda kepada anak kita, terima dia apa adanya dan bantulah agar berprestasi dan buat dia menjadi anak yang luar biasa hebat dalam bidang yang dia sukai.

Jika kita tidak mengambil tanggung jawab kita, maka sudah ada yang bisa mengambil alih dan kita tahu itulah game dan berbagai media sejenis yang siap menjadi guru dan pengaruh dalam kehidupannya.

Coba perhatikan, didalam permainan game sekarang ini sudah sangat memperhatikan banyak sisi psiokologis manusia, jelaslah karena pasar mereka adalah manusia. Tetapi yang ingin kita bagikan disini adalah mereka jauh lebih bisa mengerti manusia dari pada manusia sendiri kepada sesama manusia.

Contohnya, jarang sekali atau bahkan tidak pernah ditemukan di dalam dunia game ada kecaman dan makian saat seorang anak gagal memainkannya, yang ada adalah kata “Coba lagi, ingin melanjutkan, dan sejenisnya.”

Bandingkan dalam keseharian seorang anak atau kita orang dewasa, salah baru sekali atau dua kali sudah di cap tidak bisa dan tidak becus. Dan label atau cap tersebut melekat di benak kita dan anak kita yang artinya selamanya, padahal yang kita butuhkan hanyalah latihan dan pembiasaan, karena kita belum tahu dan mengerti.

Di game tidak ada aturan seperti itu, mereka jauh lebih mengerti dan sabar daripada kita sesama manusia. Game juga mengatasi banyak hal dalam kehidupan, beberapa waktu lalu ada seorang rekan yang setiap hari kecanduan game karena kesepian, dan sulit berkomunikasi dengan keluarganya.

Dia akhirnya bermain game bertema peternakan yang “mengikatnya”, setiap hari Ipad nya akan mengeluarkan bunyi suara sapi, jika belum diberi makan, dan dia bisa mengangapnya nyata “Kasihan belum makan sapi-sapiku” dan ada jam-jam tertentu dimana dia harus konsentrasi dengan gamenya tanpa boleh diganggu. Seakan-akan hidupnya seperti seorang profesional yang sibuk namun, hanya memberi makan sapi di gamenya, diceritakan sendiri kesehariannya dan kekonyolannya dengan terbahak-bahak.


15 thoughts on “Bagaimana Mengatasi Kecanduan Game Pada Anak”

  1. Saya Ian umur 11 menjelang 12 tahun. Saya punya adik namanya Tata umurnya 5 tahun, dia itu terlalu kecanduan bermain game. Saya terus pakai 5 cara tadi tetapi masih tidak mau, dia itu sedikit-sedikit pakai menangis. Saya tidak dapat jatah untuk pakai laptop, terus jam 9 malam dia sudah berhenti dan tidur. Saya malah dapat jatah pakai laptop waktu malam, jadinya saya bergadang saja. Bagaimana caranya agar saya dapat jatah laptop lagi?

    • Bagus anda mau berbagi. Sebaiknya berikan batasan dan aturan, dengan batasan dan aturan akan mampu mendidik seseorang untuk tahu batas yang akhirnya akan menjadi orang yang tahu diri. Tahu diri sebaiknya dilakukan dari rumah dan belajar dari hal kecil seperti kasus anda.

  2. Saya adalah seorang gamer, kadang saya suka lupa waktu karena bermain game. Bagaimanakah agar saya bisa mengontrolnya atau bahkan berhenti bermain game? Namun di satu sisi bermain game membuat kecemasan saya berkurang, dan membuat saya positif tinking. Apa tindakan tepat yang harus saya ambil?

  3. Game sebenarnya mencerdaskan anak, cuma jika berlebihan maka akan menjadi masalah bagi anak itu sendiri, karena memiliki efek kecanduan dan lebih suka bersenang-senang. Untuk anak seperti ini sebaiknya pendekatan secara emosional jangan pake marah-marah, anak sekarang tidak bakalan mempan kalau dengan omelan.

  4. Adik saya umurnya 11 tahun, setiap hari bahkan sampai malem itu kerjaannya cuma main game online. Bahkan sampai lupa makan, di sekolah dia juga kurang bagus. Orangtua saya sudah bosan memberu nasihat, dari cara yang halus sampe “kasar”. Saya sebagai kakak bisa apa? Dia itu susah diajak bicara.

  5. Sebenarnya di negara kita ada permainan yang dari dahulu dimainkan dan dapat memupuk kerja sama, seperti petak umpet. Sehingga mereka bisa bekerja sama dalam memperoleh kemenangan.

  6. Anak laki-laki saya usianya 21 tahun, sudah kuliah dan kesukaanya main game sejak SMP. Kalau sudah main game sampai tidurnya malam-malam, bahkan kalau pas libur ada temannya yang menginap di rumah, mereka bisa sampai tidak tidur karena main game. Bagaimana solusinya untuk mengarahkan kepada hal yang positif yang masih ada hubungannya dengan game, agar lebih bermanfaat bagi anak kami? Terima kasih.

  7. Anak saya sepuluh tahun dan tidak ada kesadaran untuk belajar. Seolah tidak terpikir apa-apa tentang masa depannya, saya bingung mungkinkah ada gangguan jiwa?

  8. Thanx atas tip berharga ini.
    Mudah-mudahan saya bisa lebih baik lagi menghadapi anak-anak di rumah dengan baik.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!