Apa Bedanya Mendidik Anak Laki-Laki dan Perempuan?

Dengan kata lain, otak kanan anak laki-laki jauh lebih berkembang, sementara pada anak perempuan hubungan antara otak kanan dan kirinya lebih seimbang. Inilah yang menjawab mengapa anak laki-laki lebih mudah belajar mengenai bangun ruang karena mereka lebih cepat membentuk imajinasi.

Itulah pula sebabnya, mengapa kebanyakan ahli teknik adalah laki-laki. Karena pada saat membongkar mesin mobil misalnya, pekerjaan itu akan terasa begitu rumit bagi seorang perempuan, seperti membongkar mesin dan kemudian memasangnya lagi kembali dengan tepat dan presisi, hingga ke baut-baut yang sangat kecil.

Meski demikian, secara kematangan psikologis banyak pendapat mengatakan bahwa perkembangan anak perempuan lebih cepat “dewasa” daripada anak laki-laki. Hal ini terjadi karena hubungan antar sisi otak pada perempuan jauh lebih bagus, lebih sinkron, dan lebih cepat seimbang dibanding laki-laki, yang umumnya baru terjadi ketika mereka mulai menginjak usia sekitar 12-13 tahun.

Oleh karena itu, beberapa pakar menyarankan untuk masuk SD sebaiknya anak laki-laki lebih lambat satu tahun, menunggu perkembangannya lebih bagus. Sebelum masa itu tercapai, anak laki-laki masih senang dengan kegiatan-kegiatan yang melibatkan motorik kasar sehingga kebanyakan anak laki-laki di kelas 1 SD masih susah mengontrol dirinya, cenderung lebih suka menggerakkan anggota tubuhnya karena dorongan alamiahnya.

Namun sesuai perkembangan zaman, teknologi pembelajaran saat ini sudah lebih canggih dan dapat memanipulasi kondisi tersebut sehingga anak laki-laki bisa tetap berada di kelas dengan baik.

Perbedaan ini pulalah yang akhirnya menjelaskan mengapa perempuan yang menderita stroke lebih cepat pulih daripada laki-laki. Perempuan dapat mengaktifkan jalan tambahan ke belahan sisi otak lainnya untuk menggantikan bagian otak yang rusak dengan lebih cepat.

Jika kita mempunyai seorang anak perempuan yang mengalami kesulitan belajar, umumnya masalah itu akan lebih cepat teratasi ketika kita mencarikannya guru les untuk memberikan pelajaran tambahan, dibandingkan bila masalah yang sama dialami oleh seorang anak laki-laki. Sekali lagi, kemampuan untuk menyeimbangkan otak kiri dan kanan itulah yang menyebabkannya.

Oleh karena itu, dikatakan bahwa anak laki-laki lebih rentan terhadap masalah-masalah yang dikarenakan kerusakan otak pada saat lahir. Barangkali hal ini menjelaskan mengapa jumlah anak laki-laki yang mengalami kesulitan belajar dan masalah-masalah mental lainnya seperti autis dan hiperaktif lebih banyak daripada anak perempuan.

You have Successfully Subscribed!