Apa Bedanya Mendidik Anak Laki-Laki dan Perempuan?

Cara mereka menghadapi sesuatu tampaknya juga sama, tetapi sistem hormon dan perkembangan otak yang terjadi di dalam kepala mereka berbeda. Perbedaan inilah yang akan menentukan tingkah laku mereka nantinya.

Hormon ini akan memengaruhi pembentukan sel-sel otak. Hormon testosteron pada anak laki-laki cenderung lebih dominan, sedangkan pada anak perempuan hormon estrogenlah yang cenderung lebih dominan.

Itulah yang umum terjadi, sehingga bila ada anak perempuan yang memiliki hormon testosteron lebih dominan maka ia akan menjadi anak perempuan yang sifatnya kelaki-lakian atau sering diistilahkan dengan tomboy.

Sementara, bila ada anak laki-laki yang hormon estrogennya lebih banyak maka dia akan menjadi anak laki-laki yang bersifat halus, yang biasa diistilahkan sebagai keperempuan-perempuanan atau “melambai”. Namun, kita tidak akan membahas kedua pengecualian tersebut.

Apa pengaruh hormon tersebut dalam perkembangan anak laki dan anak perempuan? Pada anak laki-laki, hormon testosteron memengaruhi mereka dalam setiap tingkat perkembangannya. Hormon inilah yang memberikan dorongan untuk bertumbuh lebih aktif, yang membuat mereka suka sesuatu yang sifatnya menantang, suka kompetisi.

Namun, mereka juga memerlukan pedoman yang kuat serta lingkungan yang aman dan teratur sehingga pengaruh dari hormon ini tidak mengarah ke perkembangan yang buruk dan tumbuh menjadi laki-laki yang semaunya sendiri, susah menuruti peraturan, dan sebagainya.

Peran orang tua disini sangat penting, dibutuhkan konsistensi orang tua untuk mendisiplinkan anak untuk mengimbangi hormon testosteron yang jumlahnya sangat besar dalam diri anak laki-laki.

Hormon ini juga memberi pengaruh dalam pembentukan jaringan otak. Pada tahap awal kelahiran, jaringan otak di kiri berkembang lebih cepat daripada otak kanan. Hormon testosteron memperparah hal ini dengan menghambat perkembangan di otak kiri.

Hormon estrogen yang dominan dalam anak perempuan justru membantu mempercepat pertumbuhan sel-sel otak sehingga koneksi antara otak kiri dan otak kanan yang melalui Corpus Colosum (jembatan untuk menghubungkan belahan otak kiri dan otak kanan) lebih cepat terjadi dan otak kirinya berkembang jauh lebih cepat.

Pada anak laki-laki, karena sisi kirinya belum siap (terhambat oleh hormon) akhirnya sel otak dari kanan berbalik lagi ke tempatnya semula karena dia tidak menjumpai sesuatu di belahan kiri. Itulah mengapa terjadi hubungan yang jauh lebih kaya di belahan otak kanan pada anak laki-laki.

You have Successfully Subscribed!