Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Yang Sering Diabaikan Orangtua

Dalam satu survei yang dilakukan di 17 negara terhadap prestasi murid setingkat SMP di bidang sains, yang menjadi juara adalah Hongaria, Jepang, dan Belanda. Ketiga negara ini ternyata memasukkan mata pelajaran musik dengan sangat intensif ke dalam kurikulum pendidikan mereka.

5. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan Visual-Spasial

Seorang anak dengan kecerdasan visual-spasial yang berkembang baik dapat belajar hanya dengan cara melihat dan mengamati. Mereka dapat mengenali wajah, objek, bentuk, dan warna, serta mampu mengenali suatu lokasi dan mencari jalan keluar.

Anak dengan kecerdasan ini mampu mengamati dan membentuk gambaran mental, serta berpikir dengan menggunakan gambar. Mereka menggunakan bantuan gambar untuk membantu proses mengingat.

Selain itu mereka juga senang belajar dengan menggunakan grafik, peta, diagram, atau alat bantu visual. Mereka biasanya suka mencoret-coret, menggambar, melukis, dan membuat patung, serta menyusun atau membangun permainan tiga dimensi.

Secara mental mereka mampu mengubah bentuk suatu objek. Mereka bisa dikatakan mempunyai kemampuan imajinasi yang baik dan mampu melihat sesuatu dengan perspektif yang berbeda. Mereka mampu menciptakan representasi secara visual atau nyata dari suatu informasi.

Anak dengan kecerdasan visual-spasial biasanya tertarik menerjuni karier sebagai arsitek, desainer, pilot, perancang pakaian, dan karier lain yang banyak menggunakan kemampuan visual.

Kecerdasan visual-spasial meliputi kumpulan dari berbagai keahlian yang saling terkait. Keahlian ini meliputi kemampuan membedakan secara visual, mengenali bentuk dan warna, gambaran mental, daya pikir ruang, manipulasi gambar, dan duplikasi gambar baik yang secara mental maupun yang berasal dari luar.

Kecerdasan visual-spasial ini memegang peran yang sangat penting dalam kehidupan para ilmuwan dan orang terkenal. Albert Einstein menemukan teori relativitas bukan diawali dengan menggunakan persamaan matematika, tetapi dengan menggunakan kecerdasan visual-spasialnya.

Ia membayangkan dirinya duduk di ujung cahaya dan berjalan dengan kecepatan cahaya. Kekuatan kecerdasan visual-spasial Einstein menjadi landasan penemuan teori relativitas. Setelah itu barulah Einstein menjabarkan teorinya ini dengan menggunakan persamaan matematika.

Demikian juga dengan Leonardo da Vinci. Semua karya besarnya diawali dengan gambaran mental yang ia buat di dalam pikirannya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Michael Faraday dan Nikola Tesla.

You have Successfully Subscribed!