Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Yang Sering Diabaikan Orangtua

Anak dengan kecerdasan ini akan termotivasi untuk menentukan dan mengejar suatu tujuan hidup. Mereka hidup dengan sistem nilai yang sesuai dengan etika, dan mampu bekerja secara mandiri.

Selain itu mereka sangat tertarik dengan pertanyaan arti hidup, tujuan hidup, dan relevansinya dengan keadaan saat ini. Mereka mampu mengembangkan kemampuan belajar yang berkelanjutan dan meningkatkan diri.

Anak dengan kecerdasan intrapersonal biasanya tertarik menerjuni karier sebagai pelatih, konselor, filsuf, psikolog, atau memilih jalur spiritual. Mereke mampu menyelami dan mengerti kerumitan suatu pribadi dan kondisi manusia pada umumnya.

Dalam diri setiap manusia terdapat kualitas diri seperti motivasi, keteguhan hati, keuletan, etika, integritas, nilai hidup, empati, dan keyakinan bahwa berbuat baik untuk orang lain merupakan tindakan atau hal yang benar.

Kita bersandar pada kekuatan ini untuk bisa memahami diri kita sendiri, mengerti orang lain, membuat rencana, membayangkan sesuatu, dan memecahkan masalah yang kita hadapi dalam hidup.

M

Kecerdasan intrapersonal sudah mulai terbentuk dan berkembang sebagai gabungan dari unsur keturunan, lingkungan, dan pengalaman hidup. Orangtua, keluarga, lingkungan, dan guru di sekolah mempunyai peran yang sangat penting dalam membangun kecerdasan intrapersonal anak.

Kecerdasan intrapersonal meliputi pikiran dan perasaan seorang anak. Dengan memberikan lingkungan yang positif dan bersifat membangun, maka anak akan memperoleh suatu pondasi untuk mengembangkan diri menjadi seorang manusia yang utuh, baik secara intelektual, emosional, dan fisik.

4. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan Interpersonal

Seorang anak dengan kecerdasan interpersonal yang berkembang baik mampu membentuk dan mempertahankan suatu hubungan sosial. Mereka dapat berinteraksi dengan orang lain, serta dapat mengenali dan menggunakan berbagai cara untuk berhubungan dengan orang lain.

Anak dengan kecerdasan ini mampu mempengaruhi pendapat atau tindakan orang lain. Mereka turut serta dalam upaya bersama dan mengambil berbagai peran yang sesuai, mulai dari menjadi seorang pengikut hingga menjadi seorang pemimpin.

Selain itu mereka dapat mengamati perasaan, pikiran, motivasi, perilaku, dan gaya hidup orang lain. Mereka dapat berkomunikasi dengan efektif baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, serta mengembangkan keahlian untuk menjadi penengah dalam suatu konflik, dan mampu bekerja sama dengan orang yang mempunyai latar belakang beragam.

You have Successfully Subscribed!