Kenali 8 Jenis Kecerdasan Anak Yang Sering Diabaikan Orangtua

Teori tentang kecerdasan majemuk atau Multiple Intelligences pertama kali dikemukakan oleh Howard Gardner pada tahun 1983 melalui bukunya yang berjudul Frames of Mind: The Theory of Multiple Intelligence. Menurut Gardner manusia mempunyai 8 jenis kecerdasan, yaitu:

  1. Kecerdasan Linguistik
  2. Kecerdasan Logika-Matematika
  3. Kecerdasan Intrapersonal
  4. Kecerdasan Interpersonal
  5. Kecerdasan Musikal
  6. Kecerdasan Visual-Spasial
  7. Kecerdasan Kinestetik
  8. Kecerdasan Naturalis

1. Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan Linguistik

Seorang anak dengan kecerdasan linguistik yang berkembang baik mampu mendengar dan memberikan respons pada kata-kata yang diucapkan dalam suatu komunikasi verbal. Mereka juga mampu menirukan suara, mempelajari bahasa, serta mampu membaca dan menulis karya orang lain.

Anak dengan kecerdasan ini dapat belajar melalui pendengaran, bahan bacaan, tulisan, dan melalui diskusi atau debat. Mereka mampu mendengar dengan efektif, serta mengerti dan mengingat apa yang telah didengar. Juga mampu membaca dan mengerti apa yang dibaca.

Selain itu mereka juga mampu berbicara dan menulis dengan efektif, mempelajari bahasa asing, dan mampu meningkatkan kemampuan bahasa yang digunakan untuk komunikasi sehari-hari.

Anak dengen kecerdasan linguistik biasanya tertarik pada karya jurnalisme, berdebat, berbicara, menulis, menyampaikan suatu cerita atau melakukan perbaikan pada karya tulis. Mereka memiliki kemampuan menceritakan dan menikmati humor.

Kecerdasan linguistik tidak hanya meliputi kemampuan menulis atau membaca. Tetapi kecerdasan ini juga mencakup kemampuan berkomunikasi. Dalam buku Silent Message karya Albert Mehrabian dikatakan bahwa kita berkomunikasi dengan menggunakan tiga komponen.

Tiga komponen itu adalah kata yang digunakan, suara atau intonasi nada yang digunakan saat mengucapkan kata-kata tersebut, dan bagaimana kita menggunakan ekspresi wajah dan bahasa tubuh untuk menegaskan apa yang kita sampaikan.

Dari ketiga komponen itu ternyata pemilihan kata menempati urutan paling kecil dalam hal efektifitas, yaitu hanya 7%. Nada suara atau intonasi menempati urutan Yaitu 38%, dan yang paling berpengaruh adalah ekspresi wajah dan bahasa tubuh, yaitu sebesar 55%.

Komunikasi yang baik tidak hanya berbicara, tetapi juga perlu melatih keahlian mendengar. Seringkali keahlian ini diabaikan dalam komunikasi. Karena umumnya orang cenderung lebih suka berbicara daripada mendengar.

You have Successfully Subscribed!