8 Ciri Anak Hiperaktif Yang Wajib Diketahui Orangtua

Ketika anak lain diam karena lelah setelah berlarian, anak hiperaktif hanya akan minum dan kemudian bergerak lagi.

4. Destruktif

Anak hiperaktif cenderung merusak barang-barang yang ada di sekitarnya. Ketika diminta untuk menyusun puzzle, anak hiperaktif bukannya menyelesaikan tetapi malah merusak atau menghancurkan puzzle yang sudah tersusun rapi.

Dengan sikap mereka yang suka melempar dan menghancurkan barang seperti ini, anak hiperaktif sebaiknya dijauhkan dari ruangan yang penuh dengan barang pecah belah atau benda berharga lainnya.

5. Tidak Sabaran

Anak hiperaktif tidak memiliki kesabaran. Mereka bersifat impulsif, cepat kesal, tempramen, dan sulit dikendalikan. Sehingga ketika menunggu giliran bermain mereka tidak bisa mengantri, dan sering menginterupsi orang lain.

Akibatnya anak hiperaktif lebih memilih untuk merebut paksa mainan yang sedang dipegang temannya. Selain itu, mereka juga suka mendorong dan memukul tanpa alasan.

6. Suka Menentang

Anak hiperaktif memiliki sikap pembangkang, sulit dinasehati, suka melawan, dan tidak suka diperintah. Mereka merasa hidup di dunianya sendiri, dan sulit berbaur dengan dunia kita. Penolakannya ditunjukkan dengan sikap cuek, cenderung masa bodoh, atau marah ketika dinasehati atau diminta untuk melakukan sesuatu.

7. Tidak Suka Berteman

Anak hiperaktif biasanya tidak memiliki banyak teman. Mereka cenderung bertindak sesuka hati, melakukan apa yang mereka mau, tidak suka diajak bekerja sama atau kompromi. Apa yang mereka lakukan untuk menyenangkan hati mereka seringkali kelewat batas.

Sikap mereka yang cenderung agresif dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar membuatnya sulit untuk berbaur dengan anak-anak seusianya.

8. Impulsif

Anak hiperaktif cenderung impulsif. Ketika melakukan sesuatu atau berbagai hal mereka cenderung tidak berpikir panjang. Anak hiperaktif suka melakukan sesuatu tanpa tujuan yang jelas, hanya sekadar menuruti keinginannya saja.

Misalnya, mereka membuka buku tidak untuk dibaca, tetapi untuk melakukan kegiatan lain, seperti melipat-lipat, menyobek kertas, atau membolak balik buku tanpa membacanya.

Penanganan kondisi hiperaktif pada anak membutuhkan bantuan dan dukungan dari orang-orang disekitarnya, terutama orangtua dan keluarga. Anak hiperaktif memiliki energi yang besar, karena itu mereka butuh melakukan banyak aktivitas fisik yang menguras energi agar tidak merasa gelisah, seperti olahraga.

You have Successfully Subscribed!