8 Ciri Anak Hiperaktif Yang Wajib Diketahui Orangtua

8 Ciri Anak Hiperaktif Yang Wajib Diketahui Orangtua

Semua orangtua tentu menginginkan yang terbaik untuk anaknya agar bisa tumbuh dan berkembang hingga dewasa. Tapi salah satu kekhawatiran terbesar orangtua adalah ketika anaknya menunjukkan ciri-ciri hiperaktif. Tentunya tidak ada orangtua yang ingin anaknya mengalami hal tersebut, tetapi apa sebenarnya hiperaktif itu?

Hiperaktif sebenarnya sering dipoplerkan dengan nama ADHD atau Attention Deficit Hyperaktivity Disorder, yaitu menggambarkan sebuah perilaku yang terlalu aktif, impulsif, dan sulit berkonsentrasi. Kondisi hiperaktif tersebut dapat dilihat melalui sikap anak yang sangat aktif, seolah-olah tidak bisa diam dan tenang melebihi sikap anak-anak pada umumnya.

Kondisi hiperaktif ini sebenarnya banyak dialami oleh anak-anak, tetapi tidak menutup kemungkinan orang dewasa juga dapat mengalaminya. Beberapa gejala hiperaktif bisa membaik atau hilang seiring dengan bertambahnya usia. Namun, kadangkala kondisi hiperaktif ini akan terus ada bahkan setelah dewasa.

Pada anak-anak, kondisi hiperaktif ini dapat menyebabkan anak kesulitan atau tidak dapat berkonsentrasi di sekolah sehingga menyebabkan turunnya performa akademis mereka. Sedangkan pada orang dewasa, kondisi hiperaktif ini lambat laun dapat menyebabkan depresi, gangguan kecemasan, menurunnya performa kerja, hingga cedera atau kecelakaan.

Berikut ini adalah ciri-ciri anak hiperaktif yang wajib diketahui oleh setiap orangtua.

1. Tidak Bisa Diam
Anak hiperaktif tidak bisa diam. Dalam seuatu kegiatan mereka tidak pernah bisa duduk manis lebih dari dua menit, selalu sibuk sendiri dan mencari hal lain yang menurut mereka lebih menarik. Anak hiperaktif cenderung tidak menyelesaikan pekerjaannya, karena mereka cepat sekali beralih dari satu kegiatan ke kegiatan lainnya. Diam atau tenang bukanlah salah satu sikap yang mereka miliki.

2. Sulit Fokus
Anak hiperaktif sulit fokus atau konsentrasi pada kegiatan yang dilakukannya, mereka selalu tampak bosan dan cenderung menghindari kegiatan yang membutuhkan konsentrasi. Anak hiperaktif cenderung gelisah, tidak bisa duduk diam, dan lebih memilih untuk menggerakkan tubuh mereka seperti berlarian atau melompat-lompat.

3. Tidak Mengenal Lelah
Anak hiperaktif tidak pernah tampak kelelahan ketika bermain, mereka dapat terus bergerak, melompat, dan berlari-lari seharian. Mereka akan terus mencari kegiatan untuk menyibukan dirinya seakan-akan tidak ada lelahnya. Ketika anak lain diam karena lelah setelah berlarian, anak hiperaktif hanya akan minum dan kemudian bergerak lagi.