7 Cara Jitu Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Pengaruh buruk yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba, takut untuk berbuat salah, semua harus seperti yang sudah ditentukan.

Karena ada rasa takut dimarahi inilah kita menjadi malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan. Mau tunjuk tangan waktu guru memberikan pertanyaan di dalam kelas, takut! Nah perhatikan hal-hal tersebut, jangan-jangan anak kita sudah “keracunan” oleh hal tersebut.

Disamping itu, sering mengajak anak bermain dan bertemu dengan kerabat, sepupu, tetangga, bermain di taman bermain dan tempat keramaian lain juga sangat membantu anak.

Siapkan anak untuk menghadiri acara sosial yang akan segera diselenggarakan dengan menjelaskan latar belakang, ekspektasi, serta para hadirin yang kira-kira datang ke acara itu.

Kemudian, bantu anak berlatih bagaimana cara bertemu orang lain, tata krama di meja makan, keterampilan dasar berbicara, dan bagaimana cara mengucapkan salam perpisahan dengan anggun. Ini akan sangat membantu anak untuk menjadi lebih percaya diri.

Belajar atau melatihnya untuk peduli dan berbagi terhadap sesama merupakan cara yang baik untuk melatih kepercayaan diri anak. Dengan demikian mereka akan mempunyai kepekaan dan empati yang baik terhadap lingkungan sosialnya, sehingga merasa akan merasakan betapa hidup ini begitu berarti apabila bisa berbuat sesuatu yang positif.

4. Kenalkan Beragam Karakter

Kenalkan Beragam Karakter

Hal ini dapat dilakukan dengan membacakan cerita fiksi, mengenalkan tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita tersebut, atau bisa juga menceritakan pengalaman berteman orangtua, kemudian membiarkan anak memperlajari tokoh-tokoh yang diceritakan dan minta anak untuk menceritakan kembali apa yang mereka dengar dan pahami dari karakter tokoh-tokoh tersebut.

Selain itu, melalui penerapan kegiatan bercerita ini dapat membiasakan anak untuk menjadi lebih terbuka dalam mengekspresikan rasa senang dan rasa tidak senangnya terhadap berbagai hal yang dialaminya, serta berani tampil di depan kelas.

Hal ini sesuai dengan hakikat belajar itu sendiri, yakni memperoleh perubahan perilaku yang bersifat permanen yang dapat bermanfaat untuk menjalani kehidupan selanjutnya.

You have Successfully Subscribed!