7 Cara Jitu Meningkatkan Rasa Percaya Diri Anak

Anak dicintai dan dihargai bukan tergantung pada prestasi atau perbuatan baiknya, namun karena eksisitensinya. Di kemudian hari anak tersebut akan tumbuh menjadi individu yang mampu menilai positif dirinya dan mempunyai harapan yang realistik terhadap diri sendiri, seperti orangtuanya meletakkan harapan realistik terhadap dirinya.

Anak perlu diajarkan untuk memiliki rasa percaya diri, yaitu mempunyai perasaan teguh pada pendiriannya, tabah apabila menghadapi masalah, kreatif dalam mencari jalan keluar dan ambisi dalam mencapai sesuatu.

Mereka juga perlu diajarkan untuk mempunyai self respect (hormat pada diri sendiri) yaitu mempunyai perasaan yang konstruktif, hormat pada orang lain dan bersyukur pada apa yang dimilikinya.

Hal ini dapat diupayakan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta rasa hormat diri pada anak oleh orangtua. Diantaranya adalah dengan mendorongnya untuk selalu berupaya, menerima kelebihan dan kekurangannya, dan memberikan pujian dan hadiah pada perilakunya yang mengarah pada rasa percaya diri dan rasa hormat dirinya tersebut.

2. Pujian Yang Tepat

Pujian Yang Tepat

Pujian memang baik untuk anak, namun jangan berlebihan. Jangan mengulang pujian pada anak yang sifatnya membangga-banggakan talenta dirinya. Seperti “Kamu adalah anak terpintar di sekolah” atau “Kamu adalah pebasket terhandal.”

Jangan memberikan pujian yang membuatnya terbebani untuk selalu menjadi yang terhebat. “Berikan pujian pada usahanya dalam meraih sukses, bukan pada talenta yang dimilikinya,” jelas Shari Young Kuchenbecker, PhD, asisten profesor psikologi di Chapman University, Orange, California.

Menurut penelitian di Columbia University, anak-anak merasa lebih senang dan mampu menghadapi tantangan ketika mereka mendapatkan pujian atas usahanya. Seperti dengan mengatakan, “Kamu bekerja keras” atau “Hebat, kamu bisa menyelesaikan tugas dengan baik.” Kata-kata motivasi lebih berbekas bagi anak-anak ketimbang pujian seperti “Ayah bangga denganmu nak.”

3. Agenda Sosialisasi

Agenda Sosialisasi

Masukkan jadwal sosialisasi dalam jadwal kegiatan anak. Anak sebaiknya tidak terlalu disibukkan dengan les privat sehingga membuat mereka lupa bermain dengan teman-temannya.

Pastikan anak mempunyai waktu untuk menambah koleksi teman dan berinteraksi dengan teman lama. Perhatikan lingkungan sosialisasi yang tepat buat anak, karena lingkungan sosialisasi yang salah dapat memberikan pengaruh buruk.

You have Successfully Subscribed!