7 Cara Cerdas Dalam Memuji Anak

Dan ternyata 90% dari kelompok anak yang dipuji atas usahanya memilih tugas yang lebih sulit, sementara mayoritas kelompok anak yang dipuji cerdas memilih tugas yang mudah. Kelompok pertama yang diberi pujian “cerdas” lebih memilih untuk tampil sebagai anak cerdas, menghindari resiko tampak memalukan dan bodoh.

Pada tugas ketiga, kedua kelompok tidak diberi pilihan dan diharuskan menyelesaikan puzzle yang lebih sulit. Disana tampak sekali ekspresi ketegangan pada kelompok anak “cerdas”, mereka bingung dan berkeringat. Pada kelompok yang dipuji atas usahanya malah tampak semakin keras pada usaha mereka.

Pada tugas terakhir, kedua kelompok kembali diberi puzzle yang mudah seperti pada tugas pertama. Dan hasilnya terjadi peningkatan nilai sebanyak 30% pada kelompok anak yang dipuji akan usahanya, namun secara mengejutkan terjadi penurunan nilai pada kelompok anak “cerdas”.

Anak-anak dari kelompok itu mengasumsikan bahwa kegagalan hanya akan membuktikan bahwa diri mereka sama sekali tidak cerdas. Mereka tidak dapat merespons kegagalan secara baik dan positif. Kegagalan menyebabkan mereka menjadi ter-demotivasi.

Kini anda tidak perlu melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa ada bahaya dalam memberikan pujian yang salah bukan? Lalu bagaimana yang benar? Pujilah PROSES bukan HASIL, pujilah UPAYA dan USAHA. Jika dia mendapatkan nilai 100 dalam ujian matematika, sebaiknya pujilah dengan “Hebat ya kamu, itu adalah hasil belajar disiplin kamu yah”, bukan “Hebat, nilai 100 itu baru anak mama, pintar kamu”.

Lalu bagaimana agar pujian menumbuhkan disiplin dan karakter yang baik? Berikut ada 7 panduan sederhana yang mudah untuk diterapkan baik di sekolah dan rumah. Tulus, berikan pujian yang tulus, sesuai sebab dan situasinya. Misalnya “Terima kasih ya sudah menolong membuka pintu” atau “Terima kasih mau membantu angkat buku ini.”

Spesifik, pujian sebaiknya jelas dan detil. Misalnya “Cara kamu memakai baju bagus dan rapi, bajumu tidak terlihat kusut.” atau “Gambarmu bagus, mama suka dengan pilihan warnanya.”

Spontan, berikan pujian yang sehat kepada anak setiap saat untuk memunculkan karakter baik. Misalnya “Kamu rajin ya, setiap jam 7 malam PR dan tugasmu sudah selesai semua.”


3 Comments on “7 Cara Cerdas Dalam Memuji Anak”

  1. Sangat bagus untuk pengetahuan orangtua dalam menyikapi dan mendidik prilaku anak. Dan bagi saya sendiri merupakan pembelajaran orangtua dalam mengolah atau mengontrol emosi pada anak agar dapat memberi contoh yang layak dan baik.

  2. Ada dua hal yang penting dalam mendidik anak, ketika ada pujian, maka juga harus ada hukuman, kedua hal tersebut tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Comments are closed.

You have Successfully Subscribed!