6 Keunggulan Pendidikan di Finlandia, Apa Yang Diutamakan?

Di negara-negara lain, latar belakang dan keberagaman tingkatan sosial dapat menjadi tantangan tersendiri dalam menyeleraskan kualitas pendidikan. Tetapi dengan fleksibilitas dalam sistem pendidikan di Finlandia semua itu justru dapat difasilitasi, sehingga tiap-tiap siswa yang berbeda ini bisa mengembangkan potensinya secara maksimal.

3. Belajar 45 Menit, Istirahat 15 Menit

Di Finlandia untuk setiap 45 menit siswa belajar, mereka mendapatkan istirahat selama 15 menit. Guru di Finlandia meyakini bahwa dengan memberikan kesempatan untuk istirahat, otak dapat membangun fokus yang baru.

Dengan demikian kemampuan terbaik siswa untuk belajar dan menyerap ilmu justru akan muncul dengan sendirinya, sehingga mereka menjadi lebih produktif pada jam belajar.

Selain dapat meningkatkan kemampuan fokus saat belajar, jam istirahat tersebut juga memberikan manfaat dalam kesehatan siswanya. Karena dengan banyaknya jam istirahat siswa akhirnya tidak hanya duduk diam di kelas selama berjam-jam, tetapi mereka dapat menjadi lebih aktif dengan bermain dan banyak bergerak.

4. Sekolah Hanya 5 Jam Sehari

Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, jam sekolah di Finlandia relatif lebih pendek. Siswa SD di Finlandia hanya sekolah selama 5 jam setiap harinya, sedangkan untuk siswa SMP dan SMA sudah mengikuti sistem pembelajaran layaknya kuliah. Pendeknya jam belajar tersebut justru mendorong siswa untuk menjadi lebih produktif.

Siswa di Finlandia tidak merasa terpaksa untuk datang ke sekolah, sebab mereka hanya datang pada jam atau jadwal pelajaran yang mereka pilih sendiri. Dengan kata lain,siswa datang ke sekolah karena itu pilihan mereka.

Pada awal semester di Finlandia, guru-guru akan menyuruh siswanya untuk menentukan target pembelajaran mereka sendiri. Sehingga ketika kelas dimulai mereka tidak hanya sekedar tahu, tetapi juga siap untuk memulai proyeknya sendiri.

5. Tidak Ada Sistem Ranking

Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan dan harapan semua siswa di Finlandia dapat menjadi pintar tanpa terkecuali, pemerintah tidak mempercayai sistem ranking atau kompetisi. Karena menurut mereka sistem ini pada akhirnya hanya akan menghasilkan sejumlah siswa bodoh dan siswa pintar.

You have Successfully Subscribed!