6 Cara Mendisiplinkan Anak

3. Pemarah
Disiplin negatif akan menyebabkan anak makin merasa tidak dicintai. Akibatnya mereka membutuhkan pengakuan atau perhatian yang berlebihan dan menjadi seorang yang pemarah. Mereka akan mudah marah jika ada sesuatu yang tidak dikehendakinya. Karena itu adalah salah satu cara mereka untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain.

4. Minder
Dampak yang berikutnya adalah kemampuan sosialisasi yang jelek sekali. Anak akan menjadi minder, menutup diri dan menarik diri dari pergaulan sosial. Itulah symptom dari sebuah perasaan harga diri rendah sebenarnya.

5. Perasaan Tidak Berharga
Hal ini akan sangat merusak sekali. Begitu seseorang merasa dirinya tidak berharga maka mereka akan susah sekali mencapai apa yang mereka inginkan dalam hidupnya. Mengapa? Karena bisa jadi mereka hanya akan memiliki khayalan-khayalan saja tetapi tidak akan berani untuk mewujudkannya. Ini semua disebabkan karena mereka merasa tidak layak untuk mendapatkan itu semua.

Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Terlambat?

Apa Yang Harus Diperhatikan Sebelum Terlambat?

Tanda-tanda yang pertama adalah ketika seseorang anak mulai susah diatur dan susah diajak kerja sama. Biasanya mereka akan membangkang, semaunya sendiri dan kemudian mulai mengatur. “Saya tidak mau ini dan itu, pokoknya harus begini” itulah satu tanda dimana kita harus mulai membuat disiplin itu menjadi lebih manusiawi lagi.

Itu adalah tanda-tanda seorang anak memiliki harga diri yang negatif. Mereka ingin mendapatkan pengakuan yang berlebihan, ingin mendapatkan perhatian dan kemudian menjadi kurang terbuka kepada orangtuanya.

Kita mungkin pernah menjumpai seorang anak yang ketika ditanya “Bagaimana tadi sekolahnya?” mereka akan menjawab “Ah biasa aja.” Ketika kita lanjut bertanya “Lho kok biasa aja, tadi diajarin apa?” mereka menjawab “Yah begitu itu, malas ah!”

Pasti kita sering menjumpai perkataan-perkataan seperti itu bukan? Yah, anak-anak akan menjawab pertanyaan kita dengan “biasa, malas, ya begitu itu, sudahlah jangan tanya, bicara yang lain.”

Mereka kurang begitu terbuka, namun anehnya mereka begitu banyak cerita kepada temannya. Kita tentu heran bukan, mengapa pada temannya bisa begitu banyak cerita sementara pada kita orangtuanya malah bersikap tertutup. Aneh bukan ya? Itulah yang sering terjadi pada anak-anak kita.

You have Successfully Subscribed!