5 Kecerdasan Emosional Anak Yang Wajib Diketahui Orangtua

Cara menstimulasi untuk mengenalkan emosi kepada anak, misalnya satu kondisi dimana anak menangis karena pensil hilang maka kita bisa menamai emosi itu sedih, “Kamu menangis karena pensil kesayangmu hilang ya? Kamu sedang sedih, karena kehilangan sesuatu yang berharga”.

2. Kemampuan Mengelola Emosi

Kemampuan Mengelola Emosi

Ingin melatih seorang anak menjadi anak yang kuat, maka ajarlah dia menguasai emosinya, bukan menahannya. Saat mampu mengelola emosi maka ini akan berdampak langsung pada perilakunya.

Jika perilaku cenderung baik pada situasi emosi yang sulit buat anak, maka anak mampu mengkontrol emosinya, begitu pula sebaliknya. Anak yang mampu mengelola emosinya akan mengendalikan amarahnya dengan baik, tidak akan teriak-teriak atau bicara kasar.

Cara mendidiknya bisa dengan mengajarkan menahan sesuatu, misal anda memberikan coklat kesukaan anak dan meminta agar tidak memakannya hingga malam. Atau jika sampai batas waktu yang disepakati dia taat maka akan ada coklat lagi untuk dia.

3. Kemampuan Memotivasi Diri

Kemampuan Memotivasi Diri

Kemampuan yang satu ini tidak muncul begitu saja, kemampuan ini perlu dikerjakan oleh orangtua dan lingkungan anak jauh sebelum dia mampu memotivasi dirinya. Anak perlu memiliki gambar diri yang baik, anak perlu tahu bahwa dirinya hebat.

Hal ini perlu dibangun dari anak sejak dia masih kecil, dengan pemahaman ini tentu anak tahu jelas siapa dirinya sehingga mudah buat dia untuk bangkit setiap kali jatuh.

Caranya? Hargai anak, jangan buat dia malu atau dimarahi saat berada di depan orang banyak. Sering-seringlah mengatakan bahwa dia hebat, disiplin, kuat, dan banyak hal tentang kualitas diri seorang pemenang.

4. Kemampuan Mengenali Emosi Orang Lain

Kemampuan Mengenali Emosi Orang Lain

Kemampuan ini akan berkembang dengan baik dan cepat jika anak sudah mampu mengenali emosi yang ada dalam dirinya. Sehingga dia akan mudah berempati dengan apa yang dirasakan oleh orang lain. Semakin baik anak mengenali emosi dalam dirinya maka semakin baik dia memahami dan mengerti perasaan orang lain.

Jika anak memiliki kemampuan ini, maka dia akan menjadi anak yang menyenangkan bagi sesamanya serta disukai oleh teman-temannya. Karena dia mampu mengerti dan memahami rasa yang dialami oleh sesamanya.

You have Successfully Subscribed!