4 Langkah Tepat Memberikan Konsekuensi Pada Anak

4 Langkah Tepat Memberikan Konsekuensi Pada Anak

Pernahkah anak anda menumpahkan air di karpet atau memecahkan gelas di rumah? Situasi seperti ini pasti pernah terjadi dan sangat wajar sekali apabila terjadi di rumah dan ternyata anak anda yang melakukannya. Tetapi seringkali yang tidak wajar adalah bagaimana cara orangtua memberikan konsekuensinya.

Dengan alasan memberikan pelajaran tentang disiplin, seringkali bukan pemahaman disiplin yang diterima anak, tetapi perasaan dendam dan amarah terhadap orangtuanya. Ini seperti anda berkata I Love You tetapi dikatakan dengan cara membentak, teriak, dan muka yang marah. Apakah dengan itu anak anda akan menangkap pesan bahwa dia dicintai?

Mari kita pahami langkah dalam memberikan konsekuensi yang tepat, ini bukan hanya untuk anak yang kecil saja, tetapi bisa untuk remaja dan dewasa. Yang kami berikan adalah prinsip. Prinsip yang sehat dan tetap menjaga harga diri anak, serta tidak akan meninggalkan luka di batin anak.

1. Fokus Pada Permasalahan

Untuk kasus karpet yang terkena air, maka konsekuensi yang tepat adalah membersihkannya hingga kering, dan waktu disepakati untuk mengerjakannya. Waktu perlu disepakati, karena hal ini bisa digunakan anak untuk menghindari kewajibannya, misalnya untuk menghindari les dan lebih memilih membersihkan karpet. Gunakan waktu bermain atau waktu santai, untuk mengerjakannya.

Hindari memberikan konsekuensi yang tidak ada kaitannya, misalnya tidak boleh nonton televisi selama 2 minggu atau tidak mendapat uang jajan 3 hari. Jangan melampiaskan marah berlebih yang akibatnya hanya memperpanjang daftar konsekuensi. Saat fokus pada masalah, maka mudah bagi anak tahu dan jelas dimana kesalahannya.

2. Wajar dan Masuk Akal

Sesuaikan dengan kemampuan dan usia anak, jika usia anak masih balita akan sulit untuk membersihkan dan menjemur karpet sendirian, perlu dibantu dan diberikan contoh mengerjakannya.

Mungkin anda khawatir anak tidak jera, jika dibantu? Dengan membantu anak saat mengerjakan konsekuensi, hal ini dapat menumbuhkan kedekatan emosional dan pengertian anak terhadap orangtuanya. Ada waktu bersama, asalkan orangtua tidak mengomel terus saat mengerjakan bersama.

Anda tidak perlu mencari efek jera bagi anak, waktu yang digunakan untuk membersihkan karpet sudah membuat dia berada di luar zona nyamannya.