3 Cara Anti Depresi

Dengan bisa mengidentifikasi dengan baik permasalahan dalam hidup kita, maka akan menjadi lebih mudah bagi kita untuk menyelesaikan satu persatu masalah tersebut. Seiring dengan berkurangnya masalah, kita akan merasa hidup lebih baik dan membantu kita merasa lebih bahagia.

Fokuslah pada satu masalah dalam satu waktu, dan selesaikan masalah itu terlebih dahulu baru merubah fokus ke masalah lain. Jika fokus kita terpecah pada beberapa masalah yang sedang dihadapi, maka diri kita cenderung akan merasa memiliki begitu banyak masalah dan merasa lebih terbebani.

Kuncinya adalah fokus dan bertindak, masalah datang karena ada tindakan kita, maka masalah pergi sebaiknya juga dengan tindakan kita.

2. Berpikir Realistis

Jika kita mengenakan baju warna biru dan kemudian melihat cermin, lalu berkomentar dalam hati “Baju ini tidak cocok untuk saya” pertanyaannya adalah apa yang harus diganti agar kita terlihat lebih baik? Cermin atau bajunya?

Pertanyaan yang bodoh bukan, semua yang ditanya selalu menjawab ganti bajunya. Karena itulah jawaban realistis. Inilah pola yang harus kita pahami, bahwa apa yang terjadi pada penderita depresi itu bukan kesalahan di luar dirinya tetapi di dalam dirinya.

Mulailah belajar berpikir lebih jernih dan realistis. Untuk merubah bukan yang diluar (cermin) tetapi diri sendiri. Kita tidak bisa benar-benar sembuh karena faktor dari luar, hanya dari dalam kita akan mendapatkan kesembuhan.

Kita tidak dapat meminta orang lain berolahraga buat kita agar tubuh kita sehat dan terlihat lebih bugar, pahami hal itu. Seringkali pola pikir manusialah yang mengarahkan emosi apa yang akan terlibat dalam menghadapi suatu situasi.

Pasien-pasien yang memiliki kecenderungan depresi kerap kali berpikir tentang segala bentuk situasi yang menimpanya sebagai sebuah kesalahan, dan ia akan menghabiskan waktunya mencari sosok untuk disalahkan.

Berpikir realistis akan menghilangkan bentuk-bentuk emosi yang mempengaruhi keputusan seseorang, khususnya dapat menghilangkan perasaan menyalahkan diri sendiri, orang lain maupun lingkungan sekitar.

Dengan berpikir bahwa kejadian yang sudah terjadi biarlah terjadi, dan sekarang adalah saatnya untuk merancang segala bentuk kejadian yang belum terjadi dan merubah fokus pikir mereka ke masa depan.

You have Successfully Subscribed!