Inilah 2 Penyebab Utama Rendahnya Rasa Percaya Diri Pada Anak

Selain itu, sering menakut-nakuti anak saat menasehati mereka, misalnya dengan mengatakan “Jangan masuk ke dalam ruangan itu, disana ada banyak kecoak.” Mungkin sang anak akan langsung menuruti apa yang kita katakan. Namun mungkin kita tidak pernah memikirkan efek negatifnya.

Hal-hal yang bersifat “menakut-nakuti” tersebut ternyata bisa menjadi salah satu penyebab anak tidak percaya diri. Bila kita mengalami kasus di atas, alangkah baiknya apabila kita tidak menggunakan kata-kata yang bersifat menakut-nakuti, misalnya “Main disini saja ya, disini kan tempatnya lebih luas dan terang.”

Intinya adalah hindari kata-kata yang membuat anak takut atau ketakutan, karena secara tidak sadar hal ini akan menghambat anak di masa depannya. Karena proses penumbuhan kepercayaan diri tidak melulu pada diri anak.

Untuk membuat anak-anak percaya diri, orang tua harus percaya diri terlebih dahulu. Orang tua harus menjadi role model yang sehat bagi anak-anaknya. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Bisa jadi karena metode yang digunakan oleh orang tua kurang sesuai, maka rasa percaya diri anak justru semakin pudar. Peran orang tua dalam usaha meningkatkan rasa percaya diri pada anak sangat diharapkan.

Rasa percaya diri pada anak akan berguna sepanjang hidupnya. Itulah hal yang dapat menguatkan motivasi seorang anak untuk tetap survive dalam kondisi yang berat. Ketika problematika sosial semakin kompleks maka rasa percaya diri juga akan semakin memegang perannya yang penting. Komitmen dalam menuntaskan masalah ini perlu kontribusi dari orang tua secara langsung.

Semoga bermanfaat.

Ingin tahu tipe kepribadian anda? Yuk coba tes kepribadian ini GRATIS!

Baca : 6 Cara Mendisiplinkan Anak

You have Successfully Subscribed!